Raziv Dituntut Minta Maaf, Terlibat Geledah Rumah Mantan Pembakal Tambak Baru

BANJARMASIN, DUTA TV – Muhamad Raziv Barokah, kuasa hukum paslon H2D (Haji Denny-Haji Difri) yang ternyata pengacara senior Integrity Law Firm yang berkantor di Tanah Abang, Jakarta Pusat, ikut menggeledah dan menginterogasi Gusti Nasrudin (GN), mantan pembekal Desa Tambak Baru Martapura yang dilakukan pada Jumat (10/4/2021).

Anak GN tak terima dan meminta Raziv meminta maaf secara terbuka sebab telah mempermalukan orang tuanya karena video penggeledahan dan interogasi ditebar ke medsos seolah GN sudah terbukti sebagai pelaku politik uang mengkoordinir bantuan sembako dalam bakul bertulis Paman Bakul.

“Meminta dengan hormat kepada saudara Raziv, pengacara Denny Indrayana, untuk menyatakan permintaan maaf di media dan medsos atas apa yang anda telah perbuat kepada ayah saya,” kata anak GN melalui video yang viral di medsos.

Menurut anak GN, dirinya menuntut permohonan maaf karena saat ini sudah terbukti ayahnya tak bersalah. Sesuai keputusan Bawaslu Kalsel, laporan tim hukum Denny Indrayana tentang Paman Bakul dinyatakan tak memenuhi unsur kecurangan Pilkada.

“Tolong anda juga viralkan bahwa ayah saya tidak bersalah, sebagaimana anda kemarin membawa-bawa kamera dan menggerebek rumah saya malam-malam. Kami orang kecil yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba anda proses secara hukum. Kami tidak ada niat bohong, kami hanya mau mencari bantuan untuk warga yang tertimpa musibah (banjir),” kata anak GN.

Lihat Juga :  Denny Indrayana Positif COVID-19

“Namun anda dengan segala ilmu dan kecerdikan yang anda miliki, membut cerita seolah-olah kami telah membuat curang dan pelaku kriminal. Lebih parahnya lagi, semua berita tersebut tersebar luas di media. Kami menanggung malu. Jiika anda laki-laki, tentu anda berani mempertanggungjawabkan dan meminta maaf,” tegas anak GN.

GN dan anaknya ternyata mendapat simpati dan dukungan dari warga Tambak Baru yang kemudian menggelar doa bersama Tolak Bala pada Selasa malam (27/4/2021), sebagai ungkapan syukur GN dinyatakan tak bersalah oleh Bawaslu, sekaligus berdoa agar kampung mereka dijauhkan dari bala dan para pembuat bala.

Lalu bagaimana jika ternyata Raziv tak mau meminta maaf secara terbuka?

“Masyarakat Tambak Baru dengan kearifan lokalnya ternyata lebih dewasa dalam menyikapi persoalan tersebut dibanding pakar hukum atau praktisi hukum. Mereka lebih bijak, lebih memilih cara-cara santun dan tidak gegabah main lapor-lapor. Mereka lebih berfikir kemaslahatan dan rasa persaudaraan. Sebagai orang Banua, mereka lebih memikirkan kerukunan. Kita (yang katanya berpendidikan) harusnya malu sama mereka. Dengan kesantunan dan kebersahajaan Banjar, mereka hanya meminta Raziv meminta maaf secara terbuka,” kata Rivaldi Guci SH, MH, Tim Hukum Birinmu saat dihubungi Kamis (29/4/2021).

Lihat Juga :  Samahuddin : “Denny Disinyalir Terlibat Politik Uang”

Menurut Rivaldi, jika melihat video penggerebekan rumah GN pada dini hari itu, ada beberapa hal yang mengganjal. Pertama, pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada GN dan direkam.

“Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penanya, mencoba mengarahkan GN agar membenarkan bahwa bantuan bakul itu memang dari Paman Birin. Untunglah GN menyampaikan apa adanya bahwa dia yang justru berinisiatif mencari bantuan dari berbagai donatur buat warga Tambak Baru yang terkena musibah banjir,” kata Rivaldi.

Kedua, keikutsertaan Rajiv pada penggeledahan dini hari itu.

“Kalaupun Bawaslu Banjar ikut terlibat malam itu, kapasitas Raziv tetap bisa dipertanyakan sebagai apa?” tanya Rivaldi.

Lihat Juga :  Warga Polisikan Denny Karena Dituding Lakukan Pembohongan Publik

Hal ketiga dan terpenting, rekaman video melalui hape ternyata diviralkan tanpa terlebih dulu menunggu proses hukum. “Hal itulah yang ternyata menjadi persoalan bagi GN, anaknya, juga warga Tambak Baru,” tambahnya.

Menurut Rivaldi, membuat opini seolah suara warga Tambak Baru bisa dibeli dengan seikat bakul merupakan bentuk pelecehan.

“Jika mengasumsikan satu suara diperjualbelikan dengan seikat bakul, hal itu menghina kecerdasan masyarakat Tambak Baru,” tegasnya.

Kasus GN menunjukkan permainan orang-orang berpendidikan untuk menyudutkan masyarakat bawah. “Bantuan untuk warga yang terkena musibah banjir justru dipergunakan untuk mendown grade pesaing,” tambahnya.

Pada akhirnya Rivaldi menyarakan agar Raziv memenuhi permintaan anak GN.

“Silahkan Raziv menyelesaikan. Kalau malam itu dia dengan gagah berani ikut datang ke rumah GN, sekarang kenapa dia tidak datang sendiri baik-baik ke rumah GN untuk meminta maaf secara langsung? Semoga GN dan keluarga, juga masyarakat Tambak Baru, mau menerima karena mereka terlanjur membuat doa tolak bala,” pungkas Rivaldi.

Tim liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *