Pupuk Mahal – Hasil Panen Justru Merosot

DUTA TV TANAH LAUT – Nasib petani sawit di wilayah Pelaihari saat ini sedang terpuruk lantaran harga jual buah sawit anjlok sejak setahun terakhir.

Para petani juga dihadapkan dengan hasil panen yang merosot karena cuaca panas saat memasuki musim kemarau, sehingga buah sawit tidak berkembang dengan maksimal.

Belum cukup sampai disitu saat ini  petani sawit saat ini juga dibebankan dengan mahalnya harga pupuk dipasaran, dikarenakan harga pupuk kandang dalam satu sak saat ini seharga Rp 10.000, sedangkan pupuk phonska bersubsidi biasa dibeli petani seharga Rp 125.000 per sak.

Dalam satu hektar lahan tanaman sawit produktif biasanya petani memerlukan 10 sak pupuk phonska, dan 130 sak pupuk kandang. Dengan mahalnya harga pupuk dan hasil panen yang terus merosot, serta anjloknya harga jual buah sawit, petani mengaku keuntungannya sangat tipis.

Pemberian pupuk pada tanaman sawit dilakukan secara berkala, setiap 6 bulan sekali dengan tujuan menjaga kesuburan lahan kelapa sawit. Jika tidak dilakukan pemupukan maka buah tanaman sawit semakin berkurang.

Reporter : Suhardadi

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *