Puluhan Ribu Ikan Bawal dan Nila di Riam Kanan Mati

Martapura, DUTA TV – Puluhan ribu ekor ikan bawal dan nila, mati mendadak . Ikan yang mati merupakan milik sejumlah pembudidaya ikan air tawar jala apung di Tambela Sungai Riam Kanan, Desa Aranio Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.
Terlihat ikan mengambang di permukaan air pada Senin pagi oleh para pemiliknya.
Sementara itu pemilik jala apung terlihat memanen ikan jenis nila yang sudah nyaris mati, agar dapat dijual ke para pedagang guna meminimalisir kerugian akibat dampak kematian ikan.
Kabid Budidaya Ikan Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Kabupaten Banjar, Bandi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan di lapangan, dan yang terdampak 4 jala apung milik 3 pembudidaya.
Dari hasil koordinasi, diduga kematian ikan dipicu debit air menyusut karena PLTA Riam Kanan mengurangi pembuangan air dari bendungan. Selain itu karena jumlah populasi ikan diatas 20 ribu per jala apung. Demikian pula jala apung mencapai 1.500 unit, sehingga kadar oksigen yang tersedia dari 0,7 hingga 1,9, jauh dibawah kebutuhan minimal di angka 4.
“Oksigen dibawah standar akibat, air berkurang. Jumlah populasi ikan dan jala apung padat,”katanya.
Salah satu pembudidaya ikan Syahliansyah mengakui, dibandingkan tahun 2007, jumlah jala apung semakin banyak, sehingga pendapatan menurun. Ia juga pernah mendengar himbauan dinas agar pembudidaya mengurangi populasi bibit ikan agar tidak terdampak kemarau. –
“Tahun 2007 belum sepadat sekarang,”ujarnya.
Berdasarkan keterangan, kematian ikan baru terjadi di 4 keramba dengan ikan mencapai puluhan ribu ekor siap panen, dan belum meluas di Titik Mandi Kapau maupun Sungai Asam dan Sungai Landas di Kecamatan Karang Intan.
Reporter : Tarida Sitompul





