PSBB Ditolak, Wali Kota Palangka Raya : Kami Ingin Corona Turun

 

DUTA TV – Menkes Terawan menolak pengajuan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan akan tetap berupaya maksimal dalam penanganan kasus Corona.

“Kita pada intinya kalau untuk penolakan itu tidak mempermasalahkan lah, yang penting kami tetap akan berupaya dalam penanganan kasus ini,” kata Fairid saat dihubungi, Selasa (14/4).

Fairid mengungkap dasar pihaknya mengajukan PSBB. Sebab, Palangka Raya awalnya merupakan satu-satunya daerah di Kalteng yang zona merah Corona.

“Di Kalteng itu yang zona merah dari awal hanya Palangka Raya, akhirnya kita coba menutup untuk tidak menyebar luas ke kabupaten lain. Saat ini sudah terjadi beberapa kabupaten itu menjadi zona merah, 4 kalau nggak salah, 5 sama Kota Palangka Raya. Langkah-langkah itu kan dalam arti untuk mencegah itu. Kemudian dari kesehatan itu ada mengindikasikan transmisi lokal. Itulah dasar-dasar kita agar tidak tersebar luas,” ujarnya.

Fairid mengatakan alasan pemerintah pusat menolak PSBB Kota Palangka Raya karena dinilai tidak memenuhi syarat dan kriteria. Kasus Corona di Palangka Raya dinilai tidak banyak.

“Tidak memenuhi syarat, tidak memenuhi kriteria, ada beberapa poin yang disebutkan, pertama adalah kasusnya tidak banyak. Terus, yang saya ini, kasusnya hanya di situ-situ aja, maksudnya di situ-situ aja sekarang sudah menyebar ke kabupaten lain berarti kan nggak di situ-situ aja. Karena kita kan ibu kota provinsi, mobilitas warga paling tinggi,” ujarnya.

Soal kecewa atau tidak dengan penolakan itu, Fairid menegaskan masalah ini harus dihadapi dengan kepala dingin. Dia menegaskan penanganan Corona tidak akan mengendur.

Berdasarkan data di lapangan, Fairid mengungkap ada penurunan kasus Corona. Dari 15 yang positif Corona, 8 di antaranya sudah negatif. ODP yang sebelumnya 200-an sekarang tinggal 53. Sementara PDP yang sempat mencapai angka 90-an, sudah turun tinggal 16.

“Itu juga kita lakukan karena dalam upaya-upaya kita. Kita ingin mencegah agar benar-benar turun drastis ya, adalah kita berikan pembatasan, mengajukan PSBB, walaupun secara riil di lapangan, kita lakukan pencegahan-pencegahan,” ujarnya.

Dia menjelaskan seperti akses masuk ke Palangka Raya diperketat. Setiap akses masuk didirikan pos.(ern/dtk)

 

“JIKA ANDA MERASAKAN GEJALA BATUK-BATUK, DEMAM, DAN LAINNYA SERTA INGIN MENGETAHUI INFORMASI YANG BENAR SOAL VIRUS CORONA (COVID-19), SILAKAN HUBUNGI HOTLINE DINAS KESEHATAN KALSEL 0821-5771-8672 / 0821-5771-8673

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *