Prioritas Vaksin Campak Dewasa untuk Nakes – Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Jakarta, DUTA TV — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperluas izin penggunaan vaksin campak. Jika semula hanya untuk kelompok anak-anak, kini sudah resmi bisa digunakan untuk dewasa.
“Vaksin yang disetujui ini meliputi vaksin kombinasi Measles-Rubella (MR) dan Measles-Mumps-Rubella (MMR) dan juga vaksin Measles tunggal,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar di Kantor BPOM, Rabu (8/4/2026).
Pemberian izin vaksin campak untuk dewasa diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi kelompok prioritas, di antaranya para tenaga kesehatan.
Kelompok ini merupakan garda terdepan dalam pelayanan, yang tentunya punya risiko tinggi terhadap penularan.
Selain itu, vaksin campak untuk dewasa juga diprioritaskan bagi pelaku perjalanan internasional dengan mobilitas tinggi.
Individu yang memiliki kontak erat dengan pasien immunocompromise atau memiliki kekebalan tubuh yang rendah, juga mendapat prioritas karena rentan terhadap infeksi.
Sebagai upaya pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) secara nasional, BPOM juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melaksanakan vaksinasi campak bagi tenaga kesehatan. Vaksin yang akan digunakan diproduksi oleh Bio Farma/Serum Institute of India, GlaxoSmithKline (GSK), serta Merck Sharp Dohme (MSD).
Upaya vaksinasi yang berjalan pada anak selama ini disebut efektif menurunkan angka kejadian campak secara signifikan. Vaksinasi pada kelompok dewasa kini dianggap perlu setelah mempertimbangkan dinamika epidemiologi.
Hingga pekan ke-11 2026, Kementerian Kesehatan Indonesia mencatat sebanyak 58 KLB campak yang terjadi di 39 kabupaten dan kota, yang tersebar di 14 provinsi.
Puncaknya terjadi pada pekan pertama dengan 2.220 kasus, lalu turun secara signifikan sebesar 93 persen menjadi 146 kasus di pertengahan Maret 2026.
Tercatat sebanyak 10 kasus kematian akibat campak. Selain itu, tercatat pula 8 persen kasus terjadi pada kelompok dewasa usia di atas 18 tahun. Pada kelompok ini, teramati adanya risiko keparahan serius terutama akibat faktor komorbid dan intensitas paparan yang tinggi.(dtk)





