PKK Desa Jawa Laut Ikut Lestarikan Tradisi Bubur Asyura

Martapura, DUTA TV – Ibu-ibu TP PKK Desa Jawa Laut bersama warga, bergotong royong mempersiapkan bubur assyura yang sudah masak, ke dalam kemasan untuk dibagi bagikan kepada warga masyarakat, terutama yang menjalani puasa 10 Muharram.
Warga di RT 6 Desa Jawa Laut bersama ibu ibu PKK, secara rutin melaksanakan tradisi memasak bubur assyura, lengkap dengan campuran 41 bahan, seperti daging ayam suir, daging sapi cincang, sayur mayor, kacang kacangan yang akan dicampur ke dalam bubur.
Saat memasak, para ibu dibantu bapak bapak, memasak bubur yang diperkirakan cukup untuk 600 porsi dan setelah semuanya siap serta di kemas, giliran bapak- bapak membawa gerobak mengangkut bubur assyura dan dibagi bagikan ke masyarakat.
“Menurut Ketua TP PKK Desa Jawa Laut, Erisanthie, kegiatan memasak bubur assyura di inisiasi warga bersama PKK, agar bisa melestarikan budaya positif yang akan dibagikan terutama kepada warga yang berpuasa, selain itu menjadi momen merekatkan ibu ibu PKK dengan warga,” kata Erisanthie – Ketua TP PKK Desa Jawa Laut.
Hanya saja, pada tahun ini menu bubur yang dimasak menggunakan sop banjar karena lebih disukai masyarakat di desa, dibandingkan menu bubur kari arab.
Warga Martapura Santuni Anak Yatim
Sementara, dibimbing tokoh ulama kota Martapura, KH Muhammad Irham di Jalan Veteran Kota Martapura, ratusan warga kota Martapura dan sekitarnya berbondong bonding, mengikuti salah satu kegiatan yang disunnahkan dilakukan pada tanggal 10 Muharram, yakni menyantuni dan mengusap rambut anak yatim piatu.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan pada 10 Muharram ini, selalu direspon masyarakat, tidak saja membelai rambut anak yatim piatu, akan tetapi menyediakan uang sedekah, yang dititipkan kepada panitia, maupun menyerahkan langsung kepada anak anak yang hadir.
Berdasarkan data, pada pelaksanaan menyantuni anak yatim piatu di Majelis Pengajian KH Muhammad Irham, diikuti 220 anak yang resmi diundang berdasarkan keabsahan data, dan ada 30 orang anak yatim yang tidak terdaftar.
Berdasarkan data, tradisi yang sudah dilaksanakan belasan tahun itu, terus berkembang dan direspon positif warga masyarakat, dengan harapan anak anak yang disantuni bisa tertolong kebutuhan hidupnya.
Reporter : Tarida Sitompul





