Perjalanan Laut saat Libur Idul Adha Dibatasi

Jakarta, DUTA TV — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi perjalanan penumpang dalam negeri dengan kapal laut pada masa libur Iduladha mulai 19 – 25 Juli. Perjalanan hanya boleh dilakukan oleh pekerja sektor esensial dan critical.

“Akan tetapi mereka wajib membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) serta surat tugas berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo.

Selain untuk pekerja sektor esensial dan critical, perjalanan laut boleh dilakukan oleh kelompok mendesak seperti pasien sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi oleh maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non-covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Kendati begitu, perjalanan ini harus dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari rumah sakit atau daerah setempat dan surat keterangan kematian.

“Sertifikat vaksin minimal dosis pertama tetap menjadi persyaratan untuk pelaku perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali. Ketentuan menunjukkan kartu vaksinasi ini dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan penumpang dengan keperluan mendesak,” jelasnya.

Sementara bagi pelaku perjalanan dari dan ke Pulau Jawa serta Bali selain wajib menunjukkan kartu vaksin juga harus memiliki surat keterangan negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam dan rapid antigen 1×24 jam.

Sedangkan pelaku perjalanan di luar Jawa dan Bali tidak diwajibkan untuk mengantongi sertifikat vaksinasi namun tetap harus melampirkan hasil keterangan negatif tes PCR.(ant)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *