Pergi Barhaji, Bagaimana Dengan Keluarga Yang Ditinggalkan?

Pergi ke tanah suci untuk menjalnkan rukun islam yang ke lima, yakni melaksanakan ibadah haji menjadi cita-cita setiap mukmin. Untuk menunaikan ibadah tersebut tidak sedikit tantangan dan rintangan yang harus dihadapi, termasuk masalah waiting list dalam menunggu jadwal keberangkatan yang menjadi salah satu momok terbesar dan tidak terkecuali dengan wilayah Kalimantan Selatan yang setidaknya harus menunggu bahkan hingga 30 tahun lamanya.

Melaksanakan ibadah haji maupun umroh memang bukan perkara siapa cepat dia dapat melainkan masalah panggilan, karena Allah tidak memanggil yang mampu tetapi memampukan orang yang terpanggil. Tidak salah jika sudah menerima panggilan tersebut seorang mukmin sungguh bersuka cita dan mempersiapkan segala halnya dengan baik, sehingga tidak menyianyiakan kesempatan yang diberikan untuk berkunjung ke Baitullah.

Persiapan yang dilakukan seorang mukmin ternyata bukan hanya sekedar bentuk materi yang mendukung keberangkatannya, tetapi ilmu, kesehatan, niat dan ketaqwaan penting untuk dipersiapkan. Namun nampaknya ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh seorang mukmin saat terpanggil untuk berhaji, yakni mempersiapkan keluarganya yang ditinggalkan ditanah suci.

Lihat Juga :  Tertunda Karena COVID, Achmadi Berharap Bisa Berangkat Haji Tahun Ini

Menyiapkan keperluan bagi keluarga yang ditinggal. Jamaah haji akan tinggal di Tanah Suci hingga kurang lebih 40 hari lamanya. Tentu anggota keluarga yang ditinggalkan di rumah harus dipenuhi keperluannya dan dicukupi kebutuhannya selama ditinggalkan.

Apalagi jika yang berangkat naik haji adalah kepala keluarga beserta istri yang harus meninggalkan anak-anak di rumah sekian lama. Harus dipastikan apakah anak-anak akan mendapatkan pendampingan dan perawatan dari orang yang bisa dipercaya.

Selain itu juga harus dipastikan, pengasuh anak ini memahami dan mengetahui seluk-beluk pengasuhan seperti yang biasanya didapatkan dari orangtua. Dengan demikian, jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tenang hatinya, keluarga yang ditinggalkan di rumahpun tercukupi kebutuhan materiil dan spirituilnya.

Lihat Juga :  PT Shafwah Global Utama & Brand Shafwah Holidays Hadir di Indonesia

Membagi tugas-tugas dalam keluarga selama ditinggal. Jika yang berangkat naik haji itu suami bersama istri, maka untuk sementara tugas-tugas yang biasanya dilakukan ayah dan ibu untuk sementara harus ada yang menggantikan. Maka supaya keluarga tetap bisa menjalani rutinitas dan kegiatan sehari-hari seperti sebelumnya, maka pembagian tugas di antara keluarga yang ditinggal di rumah mutlak diperlukan.

Hal ini bisa dilakukan dengan diskusi santai di rumah. Misalnya, biasanya yang memasak Ibu, maka selama Ibu menunaikan ibadah haji, tugas ini diserahkan pada anak perempuan yang sudah cukup dewasa atau pada pembantu. Jika biasanya adik bungsu diantar sekolah oleh ayah, selama ayah pergi naik haji, digantikan oleh kakak laki-lakinya yang sudah tangguh mengendarai kendaraan atau kepada tukang ojek langganan.

Lihat Juga :  PT Shafwah Global Utama & Brand Shafwah Holidays Hadir di Indonesia

Menjadi jamaah haji yang pergi meninggalkan keluarga di tanah air untuk beberapa waktu pasti menyisakan kekhawatiran tersendiri, tapi tenanglah para malaikat akan menjaga orang yang haji dan keluarganya serta ada baiknya jamaah haji mendoakan keluarga dan juga sebaliknya. Dengan doa berikut:

أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

Astaudi’ukumllaha alladzi la tadhi’u wadai’ahu

“Aku titipkan kamu sekalian kepada Allah yang tidak akan hilang titipan-Nya.” (HR. Ahmad)

Keluarga yang ditinggalkan kemudian bisa menjawab dengan mendoakan kembali menggunakan doa dari riwayat Ahmad berikut ini

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

Astaudi’ullaha diinaka wa amaanataka wa khawaatima ‘amalik

Artinya; Aku menitipkan agamamu, amanahmu dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah. (HR. Ahmad)

 

Penulis : Aisyah Irya
Ig : @aisyahirya


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *