Pengamat Politik Pertanyakan Alat Tes Swab Berbeda Hasil

Banjarmasin, DUTA TV — Pengamat politik sekaligus direktur pusat studi politik dan kebijakan publik Banjarmasin, Muhammad Uhaib As’ad menyebut, keberadaan alat medis yang melakukan uji swab COVID-19 tersebut patut dipertanyakan

“Merujuk dari tes rumah sakit, namun pada akhirnya antara rumah sakit dengan rumah sakit lainnya ada perbedaan, saharusnya ini tidak terjadi, apa lagi yang terkena ini calon dan mempunyai sesnsitifitas di muka publik, bisa saja alat tes ini tidak memiliki kualiatas, kapasitas yang mempuni. Seseorang didindikasikan mengidap virus COVID ini, bisa juga human error dari tenaga medis, instrument alat ini juga bisa dipertanyakan, saya sayangkan terlalu cepat ini di publis, sehingga menuai banyak pandangan, satu sisi tes sendiri itu negatif, tapi publik sudah terlanjur tahu mereka negatif, hal ini jangan sampai jadi gorengan dari lawan politik,” terang Muhammad Uhaib As’ad.

Lihat Juga :  Angka Sembuh Pasien Covid-19 di Kalsel 84 Persen

KPU Kalsel : Bacalon Tidak di Swab Ulang

Sementara itu, meski terjadi perbedaan hasil tes swab, ketua KPU Kalsel Sarmuji mengatakan akan melakukan jadwal pemeriksaan lanjutan, sesuai dengan penjadwalan yang sudah ada.

Terlebih jika kandidat pasangan bakal calon kepala daerah tersebut, tidak menimbulkan gejala.

“Kita bekerja sama dengan rumah sakit dan tim doketer kita serahkan, nanti mudah-mudahan bisa diperiksa,” ucap Sarmuji, ketua KPU Kalsel.

Sarmuji, ketua KPU Kalsel

Sarmuji, ketua KPU Kalsel

Sesuai penjadwalan kpu kalsel, pemeriksaan kesehatan lanjutan oleh para kandidat bakal calon kepala daerah, dilakukan pekan ini.

Lihat Juga :  Pilkada Banjarbaru - Aditya Siap Jalani Test Kesehatan

 

Reporter : Rahmatillah

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *