Pedagang Offline Berharap Kebijakan Mendag Kembalikan Suasana Pasar

Banjarmasin, DUTA TV — Situasi di Pasar Sudimampir Banjarmasin. Suasana jual-beli terasa masih sepi, meski pemerintah telah meresmikan aturan baru.
Dalam beberapa tahun terakhir, toko-toko di pasar lokal sepi pembeli. Salah satu penyebabnya salah maraknya toko online, baik dari aplikasi jual beli online, maupun sosial media E-Commerce.
Pemerintah mengambil langkah, untuk melarang media sosial yang menjalankan fitur jual beli seperti di E-Commerce. Tujuannya agar tidak lagi beroperasi sebagai toko online, tetapi selayaknya media sosial yang dapat menjadi wadah untuk promosi.
Sementara itu diakui sejumlah pedagang, tingkat penjualan di Pasar Sudimampir kini tergantung pembelian dari daerah kota lainnya, seperti di daerah Amuntai, Barabai dan Hulu Sungai.
Dea salah satu pedagang di Pasar Sudimampir mengakui, sejak pandemi berlalu dan maraknya toko online, penjualan di pasar menjadi sepi. Demi menjalankan usahanya, ia juga melakukan promosi lewat aplikasi WA, kepada para pelanggannya yang berada di luar kota.

Menurutnya, menjamurnya toko online yang menjual barang dengan harga yang tidak masuk akal, menjadi penyebab sepinya penjualan di pasar.
“Penjualan pasar masih menurun ya karena online makanya rada redup kalonya online shop itu dibatasi semoga pasar itu jadi rame lagi, kemungkinan itu karena kan supaya tidak ada ambil barang dari luar jadi kan supaya enak kita jualnya di sini,” kata Dea, Pedagang di Pasar Lokal.
Di sisi lain adanya toko online justru menjadi wadah dan sarana untuk melakukan proses jual-beli tanpa harus bertemu,
Didid lain, Laila pedagang di pasar lokal Sudimampir, hadirnya E-Commerce atau toko online justru membantu menambah omset penjualan.
“Tapi sebenarnya toko online ini sedikit membantu kaya di pasar ini kan kadang sepi kadang rame, jadi sebenarnya dengan adanya online itu membantu,” ucap Laila, Pedagang di Pasar Lokal.
Suasana jual-beli di pasar lokal saat ini masih sepi, namun diharapkan aturan pemerintah yang telah diresmikan tersebut dapat menerangkan kembali redupnya penjualan pasar lokal.
Reporter : Aulia Tasya





