Panik KM Barcelona Terbakar, Penumpang Nyebur ke Laut

Makassar, DUTA TV — Empat orang menjadi korban tewas dalam kebakaran KM Barcelona, Minggu (20/7). Kapal yang mengangkut 280 penumpang itu berlayar dari Pulau Talaud menuju Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Data sementara, korban meninggal dunia sebanyak empat orang,” kata Staf Khusus Gubernur Sulut, Sarhan Antili, kepada wartawan, Minggu (20/7).

Sedangkan untuk korban lainnya sementara ini mendapatkan perawatan medis akibat mengalami penurunan kondisi.

“Untuk beberapa korban lain yang mengalami penurunan kondisi kesehatan sudah dilarikan ke Puskesmas Mubune,” ungkapnya.

Proses evakuasi seluruh penumpang KM Barcelona V tersebut, kata Sarhan, dilakukan dari tim SAR gabungan yang terdiri dari pihak Basarnas, TNI, Polri dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) serta nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Danlantamal VIII Manado, Laksamana Pertama TNI May Franky Pasuna Sihombing mengonfirmasi terdapat 280 penumpang yang berhasil diselamatkan dari kapal yang terbakar tersebut.

Namun, dari jumlah tersebut, tiga orang penumpang dinyatakan meninggal dunia. Menurut Franky, ketiganya bukan meninggal akibat terbakar, melainkan karena kondisi medis atau sakit.

Meski proses evakuasi dinyatakan rampung, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran dan pemeriksaan akhir untuk memastikan tidak ada penumpang atau awak kapal yang tertinggal, baik di kapal maupun di sekitar perairan.

Kesaksian Korban Selamat KM Barcelona

Dilansir Antara, salah satu penumpang Alwina Inang, mengatakan bahwa peristiwa kebakaran ini begitu cepat.

“Peristiwanya sangat cepat. Sekitar pukul 12.00 wita, ada yang teriak kebakaran di bagian belakang kapal, kami langsung panik,” kata Alwina, yang merupakan istri dari Kasat Lantas Polres Kepulauan Talaud, Christian M.

Menurut dia, sebagian besar penumpang ada yang makan siang dan ada yang tidur saat kebakaran terjadi. Alwina juga tengah makan siang bersama keluarga.

“Saya lagi makan bersama keluarga dari Kasat Reskrim Talaud, tiba-tiba kobaran asap sudah masuk di anjungan kapal. Kami langsung melompat ke laut,” ujarnya.

Alwina sendiri bersama Kasat Reskrim Talaud dan istrinya serta anak dan puluhan penumpang langsung terjun ke laut untuk menghindari asap tebal dan kobaran api.

Mereka mengaku bisa berenang dan bertahan sekitar 1 jam di laut sebelum bantuan dari Tim SAR tiba.(net)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *