Optimalkan Pemilahan Sampah, TPS Terapkan Jam Operasional Berbeda

Banjarmasin, Duta TV — TPS sekaligus rumah pilah sampah di Kampung Gedang ini beroperasi dengan jam layanan yang tidak biasa.
Jika umumnya TPS di wilayah lain menerima sampah pada sore hingga pagi hari, di lokasi ini pelayanan justru dibuka mulai pukul 09.00 hingga 13.00 waktu setempat.
Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
TPS ini diketahui melayani satu kelurahan dengan cakupan sekitar 16 rukun tetangga. Berbeda dengan TPS konvensional, fasilitas ini mengedepankan sistem pemilahan sampah sejak awal.
Sampah yang masuk dipisahkan menjadi dua kategori utama, yakni organik dan anorganik.
Namun demikian, tidak semua jenis sampah dapat dipilah secara optimal. Beberapa jenis seperti daun pisang dan batok kelapa kini tidak lagi dapat diproses seperti sebelumnya karena keterbatasan metode pemilahan yang tersedia.
Dalam operasionalnya, TPS ini didukung oleh lima orang petugas aktif serta dua orang penjaga. Mereka bertanggung jawab dalam proses penerimaan, pemilahan, hingga pengawasan aktivitas di lokasi. Volume sampah yang masuk pun bervariasi, pada hari-hari tertentu seperti Senin jumlah sampah cenderung meningkat signifikan hingga mencapai sekitar dua ton per hari.
“Kami di sini buka dari jam 9 pagi sampai jam 1 siang. Ini keputusan bersama warga. Kalau di tempat lain buang sampah dari jam 6 sore sampai 6 pagi, di sini berbeda karena ada sistem pemilahan. Kalau sistem seperti ini sebenarnya bisa tercover, asal sampah yang datang tidak menumpuk sekaligus. Ada juga jenis sampah yang sekarang tidak bisa dipilah lagi seperti daun pisang dan batok kelapa,” ujar Asrani, petugas memilah sampah.
Dengan sistem ini, pengelola berharap distribusi sampah dapat lebih terkendali serta tidak menumpuk dalam waktu bersamaan. Partisipasi masyarakat juga menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah berbasis lingkungan seperti yang diterapkan di Kampung Gedang.
Reporter: Nina Megasari, Zein Fahlevi





