Odol Kian Marak, Kalsel Ingin Pasang Sistem Online di Jembatan Timbang

Jakarta, Duta TV — Tidak maksimalnya penggunaan jembatan timbang membuat angkutan over dimension dan overload atau odol di Kalsel semakin marak. Kondisi itu membuat Komisi III bertolak ke Kementerian Perhubungan untuk meminta solusi. Dari hasil kunjungan, Komisi III mendapat masukan terkait teknologi WIM atau Weight In Motion.
Teknologi itu merupakan metode terbaru pengukuran atau penimbangan kendaraan yang selama ini dilakukan secara statis melalui jembatan timbang di unit pelaksanaan penimbangan kendaraan bermotor.
Pasca mendatangi Kemenhub, Komisi III bakal mengumpulkan stakeholder meliputi Dinas Perhubungan untuk mengaplikasikan teknologi WIM dengan sistem jembatan timbang online. Hal itu merupakan langkah menekan angka kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengantisipasi kerusakan jalan akibat kendaraan kelebihan muatan.
“Saat ini sudah ada jembatan timbang di Satui dan di Banjarbaru, ada satu yang saat ini tidak berfungsi maksimal, dan di Tabalong sedang dibangun. Jadi nanti akan kita sinkronkan dengan jembatan timbang online dan WIM seperti yang disampaikan Kemenhub, kita adopsi dengan teknologi, insyaallah Kalsel secepatnya kita upayakan dari hasil diskusi hari ini,” kata H Sahrujani, Ketua Komisi III DPRD Kalsel.
Berdasarkan data Kemenhub, selama periode Januari hingga Desember 2023, terpantau sebanyak 2,2 juta angkutan yang diperiksa di unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor, dengan 27,95 persen diantaranya terbukti melakukan pelanggaran. Data itu didapati dari hasil capture kamera dan melalui teknologi WIM yang diberlakukan di Jakarta.
Tim Liputan





