Nadjmi Miliki Penyakit Penyerta Saat Terpapar Covid

DUTA TV BANJARMASIN – Sebelum menghembuskan napas terakhir, Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, diketahui menjalani perawatan di RSUD  Ulin Banjarmasin, sejak 27 Juli 2020.

Dalam prosesnya, Nadjmi memang mendapatkan perawatan intensif hingga diberikan beberapa terapi penyembuhan salah satunya dengan terapi Plasma Comvalecent.

Namun dalam pemeriksaan lanjutan, ternyata orang nomer satu di Banjarbaru ini, didiagnosa juga memiliki beberapa penyakit penyerta, salah satunya adalah obesitas.

Lihat Juga :  Gugus Tugas Covid-19 Kalsel Telah Periksa 57.947 Spesimen

Hari minggu kemarin, Nadjmi mengalami penurunan kondisi dan sempat mengalami disaturasi atau menurunnya kadar oksigen dalam tubuh hingga di kisaran angka 40%.

“Jadi beliau sudah dirawat sejak 27 Juli lalu, dan memang sudah diberikan perawatan yang maksimal dan sudah di berikan terapi pengobatan seperti Plasma Convalecent, namun di hari minggu sempat dorp dan megalami disaturasi, atau penuruanan kadar oksigen hingga 40%. Konmorfid atau penyakit penyerta, faktor-faktor seperti obesitas yang membuat beliau semakin menurun kondisinya,” terang Among Wibowo, wadir Yanmed RSUD Ulin Banjarmasin.

Among Wibowo, wadir Yanmed RSUD Ulin Banjarmasin

Among Wibowo, wadir Yanmed RSUD Ulin Banjarmasin

Sementara itu untuk istri sang Wali Kota Ririn Kartika Rini, yang turut terpapar Covid-19, saat ini dikabarkan kondisinya sudah mulai membaik serta hanya dirawat di ruang isolasi Covid biasa, dan sudah diperbolehkan untuk melakukan isolasi secara mandiri.

Lihat Juga :  KSPN Loksado Resmi Dibuka

 

Reporter : Ade Yanuar

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *