Muskot PMI Banjarmasin Tetapkan H. Aftahuddin sebagai Ketua

Banjarmasin, Duta TV — Polemik yang mengiringi pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) PMI Banjarmasin akhirnya berakhir. Setelah beberapa kali mengalami penundaan, Muskot tetap dilaksanakan dengan dihadiri para pemegang hak suara dari lima PMI kecamatan, unsur PMI Kota Banjarmasin dan provinsi, serta relawan.
Pengurus Pusat PMI pun turun langsung untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan organisasi. PMI Pusat menilai tidak ada lagi alasan menunda musyawarah karena kepengurusan sebelumnya telah berakhir dan seluruh unsur yang memiliki mandat telah hadir untuk menentukan kepengurusan baru. Hasilnya, H. Aftahuddin terpilih memimpin PMI Kota Banjarmasin untuk lima tahun ke depan.
Kendati sebelumnya muncul perbedaan pandangan terkait waktu pelaksanaan Muskot, PMI Pusat meminta kepengurusan baru fokus menjawab kebutuhan pelayanan kemanusiaan yang terus meningkat di Kota Banjarmasin.
“Pengurus provinsi mengemukakan tanggal 1 Agustus. Tapi bagi kita makin cepat makin baik. Tidak ada istilah ilegal karena sepanjang panitia penyelenggara punya mandat, kemudian dihadiri oleh pemegang suara yang sah, yaitu para pengurus kecamatan. Memang idealnya dihadiri pengurus provinsi, tapi sudah diundang juga. Karena itu kami datang untuk meyakinkan seluruh syarat-syarat hukum dan syarat-syarat legalitas Muskot ini dilaksanakan. Saya akan duduk sampai selesai dan kita ingin yakinkan bahwa tidak ada pelanggaran apa pun dari segi ketentuan organisasi. Jadi tidak ada alasan untuk mengatakan ilegal. Sah, makanya sah,” ujar Sudirman Said, Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat PMI.
“Program yang kita jalankan banyak yang harus kita gali dan siapkan. Pertama-tama kita tidak memiliki UTD. Insyaallah secara mandiri kita akan menyiapkan lahan agar bisa berdirinya UTD, insyaallah dalam enam bulan ke depan. Yang kedua tentang limbah kesehatan. Insyaallah kita akan bekerja sama dengan PMI Surabaya untuk pengelolaan limbah kesehatan tersebut. Yang ketiga adalah peningkatan donor dan pelayanan donor darah. Jadi kita akan lebih mengoptimalkan pelayanan donor darah kepada masyarakat. Intinya, masyarakat memberikan darahnya tanpa mengharap sesuatu, tetapi kita yang memberikan sesuatu kepada mereka sebagai ucapan terima kasih,” jelas H. Aftahuddin, Ketua PMI Kota Banjarmasin terpilih.
Selain memperkuat layanan donor darah, kepengurusan baru juga berkomitmen meningkatkan edukasi kesiapsiagaan bencana dan memperluas partisipasi masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan. Dalam kesempatan ini, Pengurus Pusat PMI mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga independensi organisasi, mengedepankan jiwa sosial, amanah, serta menjauhkan PMI dari kepentingan politik praktis.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





