Pemerintahan Religi

MUI Inisiasi Al-Quran Mushaf Al-Banjary

DUTA TV BANJARMASIN – Dihadiri sejumlah tokoh ulama di Kalsel dan sekretaris daerah provinsi Kalsel, serta dari unsur DPRD provnisi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Kalsel berencana membuat mushaf Al-Qur’an Al- Banjary, dengan arsitektur dan desain khas banua serta menonjolkan keunikan serta nilai khas setiap daerah.

Hal itu disampaikan dalam diskusi revitalisasi seni budaya islam dan analisa proses awal penulisan Al-Quran Mushaf Al-Banjary di sekteriat MUI kalsel pada Sabtu kemarin (19/10/2019).

Revitalisasi kitab suci yang diambil dari tulisan ulama besar tersohor yang pernah hidup di tahun 1122-1227 H itu, bertujuan menghidupkan nilai-nilai budaya islami di Kalimantan.

Apalagi di 13 kabupaten/kota dinilai banyak sekali keanekaragaman yang bisa di perkenalkan ke masyarkat luas, seperti terbitan Al-Qur’an dari daerah lain yang identik dengan arsitektur desain di bagian depan hingga dalamnya.

“Diskusi nanti dibentuk tim riset dari ulama ahli budaya dan lain sebagainya, kita melibatkan 5 provinisi Karena dari 5 itu akan menyatu di mushaf Al-Banjary, karena 5 provinsi Kalimantan tidak ada tokoh uklamanya”, kata Nasrullah AR, ketua bidang budaya MUI Kalsel.

Nasrullah AR, ketua bidang budaya MUI Kalsel

“Dengan ini satu hal kita dukung dari pemerintah terkait pembiyaan politik anggaarannya, bahwa bagi pemerintah selagi sentradis islam ini penting bagi kita, tradisi banjar digali dari nilai-nilai islami,” ungkap Abdul Haris Makkie sekda provinsi Kalsel.

Abdul Haris Makkie sekda provinsi Kalsel

Saat ini kitab Sabilal Muhtadhin tidak ada manuskripnya hanya penulisanya saja, sehingga perlu disempurnakan dengan mushaf Al-Banjary, dan nantinya kitab suci Al-Qur’an dengan mushaf Al-Banjary ini akan dibagikan ke mushala-mushala dan pondok pesantren secara gratis.

 

Reporter : Rahmatillah


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *