Monolog Santet ‘Wisa’ oleh Siswa SMAN 1 Kintap Sabet Juara FLS3N 2025

Tanah Laut, DUTA TV — Teater monolog “Wisa” ditampilkan dengan penuh penghayatan oleh Gandewo Utomo, siswa SMA Negeri 1 Kintap, finalis FLS3N, di Gedung Institut Kesenian Jakarta pekan kemarin.
Monolog Wisa disutradarai oleh Rizky Dermawan dan naskah ditulis oleh Hadani Had, menceritakan kisah seorang pelajar yang menjadi korban santet Wisa atau “racun gaib”.
Dalam penampilannya, Gandewo memukau dewan juri teater ternama di antaranya Iman Soleh, Wawan Sofwan, dan Rita Matu Mona.
Berdasarkan penghayatan karakter yang kuat serta penguasaan panggung yang sangat matang, serta kostum dan properti panggung yang terlihat natural bernuansa etnik.
Prestasi yang ditorehkan oleh Gandewo mendapat apresiasi dari Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto beserta istri, saat menghadiri Upacara HUT PGRI di Lapangan Kintap, yang menyampaikan rasa bangga.
Gandewo Utomo, peraih Juara 1 Nasional FLS3N Monolog, mengungkapkan pencapaiannya dalam ajang tersebut.
“Alhamdulillah saya mendapat juara satu monolog, membawakan kisah khas daerah tentang santet ‘Wisa’ karya Hadani Had, penilaian juri dari segi penghayatan, artistik, vokal aktor dan isi naskah yang dibawakan,”ungkapnya.
Sementara Kepala SMA Negeri 1 Kintap Aries Eko Wibowo menuturkan jika prestasi yang diraih anak didiknya melalui proses persiapan dan latihan selama setahun terakhir, dan berawal dari kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
“Tahun 2025 dalam FLS3N, final di IKJ alhamdulillah anak kami dari SMAN 1 Kintap atas nama Gandewo meraih juara nasional untuk kategori monolog, membawa nama Tanah Laut dan Provinsi Kalimantan Selatan. Ke depannya kami juga menyiapkan talenta-talenta untuk berprestasi lagi. Pembinaan kami memfasilitasi melalui ekstrakurikuler baik di bidang seni, budaya, agama, dan olahraga dan lainnya,” ujarnya.
Dengan meraih juara satu tingkat nasional Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional FLS3N, Gandewo mendapat hadiah uang pembinaan sebesar 25 juta rupiah dan juga beasiswa kuliah di Institut Kesenian Jakarta atau IKJ.
Reporter: Suhardadi





