Menteri LH Tanam Ulin & Resmikan Arboretum Ayu Tirta

Kabupaten Banjar, Duta TV — Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Arboretum Ayu Tirta dan menanam pohon ulin, salah satu tanaman endemik khas Kalimantan yang kini keberadaannya semakin terancam.
Dalam kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan apresiasi mendalam kepada pengusaha lokal yang dinilai berperan aktif dalam menjaga lingkungan, khususnya pelestarian tanaman endemik.
Menteri menyebut, keberadaan tanaman endemik seperti ulin memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, Arboretum Ayu Tirta yang didirikan oleh Chendrawan Sugianto ini menjadi salah satu contoh nyata sinergi antara dunia usaha dan pelestarian lingkungan. Apalagi, selain fokus pada pengembangan tanaman endemik seperti ulin, kawasan ini juga memiliki 2 hektar lahan sawah produktif yang mampu menunjang kemandirian pangan serta menjadi tempat pengembangbiakan satwa.
Kedatangan Menteri Lingkungan Hidup yang menanam satu pohon ulin ini menjadi penutup program 10001 penanaman pohon ulin di tahun 2026 yang digagas Chendrawan Sugianto.
Program penanaman ribuan pohon ulin ini diharapkan dapat membantu mengembalikan ekosistem alami yang selama ini tertekan akibat aktivitas pembangunan. Menteri Lingkungan Hidup pun berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti di sini, namun terus berkembang dan diikuti oleh lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah. Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kita mengapresiasi mendalam karena jenis-jenis endemik ini, untuk pohon ulin ini, memang potensinya sudah sangat terancam, sehingga melihat seperti ini kita ikut senang bahwa masih ada juga ternyata pengusaha-pengusaha Kalsel yang peduli dengan lingkungan dan dengan penyelamatan jenis-jenis endemik. Kita maknai jenis endemik ini memiliki rantai yang panjang, tak hanya pohonnya sendiri, tapi segala macam fungsi organisme lain juga terbentuk. Jadi nilai-nilai ini sebenarnya penting, katakan nilai-nilai fauna dengan seperti ini, maka kita akan membangun kembali nilai-nilai atau nature yang lama sudah tertekan kegiatan pembangunan kita. Mudah-mudahan dengan terbangunnya jenis-jenis endemik ini akan mampu mengembalikan ekosistem alami dari landscape kita. Saya tentu berterima kasih, saya harap lebih banyak lagi teman-teman pengusaha kita harus lebih peduli dengan lingkungan,” ujar Dr. Hanif Faisol.
Chendrawan Sugianto, pendiri Arboretum Ayu Tirta, mengungkapkan rasa bangganya atas kunjungan dan kedatangan Menteri Lingkungan Hidup ke Arboretum Ayu Tirta.
“Kedatangan Bapak Menteri LH sangat membanggakan kami di sini. Kami tidak menyangka akhirnya beliau datang juga. Ini memberikan motivasi dan semangat bagi kami. Perlu kami laporkan, Pak Menteri, kami di sini memang lebih spesifik spesialis ke native species untuk tanaman ulin yang dikenal yang dulunya dari text book sangat lama sekali tumbuh, ternyata setelah kita booster, kita treatment, kita rawat, ternyata bisa tumbuh jadi di luar perkiraan kita. Pak Menteri sendiri hari ini sebenarnya menutup untuk penanaman 10001 satu ulin, satunya ditutup Pak Menteri. Memang masih ada 2 ribu yang belum kita tutup karena terkendala cuaca, namun 2000 lebih kita tutup akhir tahun ini memasuki musim hujan. Kita musim sekarang kita tidak berani kalau di sini, kita semua masih bisa kendalikan,” ungkapnya.
Tak hanya melakukan penanaman, Menteri Lingkungan Hidup juga menandatangani prasasti pertanda resminya kehadiran Arboretum Ayu Tirta di Kalsel dan menjadi salah satu pusat pendidikan terbuka di Kalimantan Selatan. Menteri Lingkungan Hidup juga meninjau lebih dari 200 spesies tanaman dari berbagai wilayah yang dikembangkan di kawasan arboretum dengan luas sekitar 8 hektar ini.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





