“MEMANDANG SISI INDAH”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, pagi ini di hari yang biasa kita sebut week end atau hari libur, bagi saya sesungguhnya tidak ada masa libur karena setiap hari melakukan perenungan atas hidup dan kehidupan ini, oleh karena itu semua hari sesungguhnya semua hari bernilai sama, namun saya memaknainya semua hari libur untuk mengekspresikan inspirasi kehidupan “every day is holidayâ€.  Betapa tidak saat mengamati bunga di halaman rumah, saya jadi termenung sebentar “Maha Suci Allah†begitu indahnya warna dan bentuknya. Sayapun berfikir kalau kita melihat sisi indah, hidup menjadi berbunga-bunga (baca = terasa indah).
Sahabat ! tentu realitas kehidupan tidak selalu indah seperti bunga tersebut, artinya ada situasi-situasi yang membuat kita sedih, susah, banyak masalah, keinginan yang tidak tercapai, problem pendidikan, problem kesehatan, problem keuangan, problem rumah tangga, problem persahabatan, problem pekerjaan, problem anak, dan seterusnya dan seterusnya. Problem ini adalah realitas hidup yang kita hadapi, oleh karenanya saya tidak menampik-kan adanya hal ini pada saat memandang sisi indah kehidupan.
Sahabat ! bagaimanapun banyaknya deretan masalah kehidupan itu coba kita renungkan, apakah yang kita anggap masalah tersebut jumlahnya lebih banyak dari kegembiraan dan kemudahan atau keberhasilan ? dari sekian rentang waktu kehidupan kita berapa waktu yang kita sebut sebagai waktu yang bermasalah, dari sekian nikmat kesehatan dari bayi sampai kita hidup sekarang berapa waktu yang kita berada dalam keadaan sakit ?, dari penghidupan berkeluarga yang kita alami berapa prosentasinya yang kita anggap suasana menyakitkannya, atau dari sosok pasangan yang kita miliki, sahabat yang kita miliki, keluarga yang kita miliki, pimpinan yang kita miliki, apakah didirinya lebih banyak jeleknya atau lebih banyak baiknya ? dan seterusnya.
Sahabat ! saya punya keyakinan  kalau kehidupan itu suatu rentangan jarak jalan dari satu titik ke titik yang lain, maka lebih banyak jalan yang lancar (baca=kemudahan hidup) dari pada jalan yang macet (baca=kesusahan hidup), akan tetapi kenapa pada saat kita berada di jalan yang macet, kita menganggap  seolah-olah sepanjang perjalanan tersebut terasa sebagai  jalan yang macet ?
Sahabat ! dari sinilah terkadang kita mesti merenungkan kembali kehidupan ini secara “utuh†dan “menyeluruh†(holistik) tidak hanya melihat penggalan-penggalan tertentu saja dalam kehidupan ini, termasuk pada saat kita menilai orang lain, jangan hanya dilihat sisi-sisi jeleknya saja, padahal sesungguhnya kita sadari bahwa “penggalan hidup dan sisi jelek itu hanyalah sedikit dibandingkan dengan kebaikan hidup secara keseluruhanâ€.
Sahabat ! sesungguhnya yang kita sebut masalah atau problema kehidupan itu juga bersifat “relatif†karena sangat tergantung pada “respon†kita terhadap suatu kondisi dalam kehidupan. Pada saat respon yang kita keluarkan bersifat positif, maka sesungguhnya masalah kehidupan itu justeru menjadi “penyadaran†dan “pemicu†untuk proses intropeksi diri agar menjadi pembelajaran hidup, sehingga masalah itu malah bernilai “kebaikan†dalam kehidupan kita.
Sahabat ! pada hakikatnya tawa dan tangis, suka dan duka, bahagia dan sengsara, sakit dan senang adalah anugerah, karena pada saat kita mampu merasakan kondisi yang satu, maka sesungguhnya baru dapat kita merasakan kondisi lainnya. Namun demikian cara pandang kehidupan pada  keindahan dan mampu melihat sisi keindahan dari kondisi buruk adalah sikap yang lebih bijak (“wiseâ€) dalam menjalani kehidupan ini.
“Alhamdulillah… Pagi ini saya lanjutkan memandang beberapa bunga saya yang mekar, ternyata bunga ini bertutur ke saya tentang keindahan dan mengajarkan untuk melihat sisi indah dalam kehidupanâ€.
Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.
#Semakintuasemakinbijaksana
#semakintuasemakinbahagia





