Masih Ada Sekolah yang Belum Ikuti Imbauan Penyesuaian Jam Masuk Sekolah

Banjarmasin, Duta TV — Sejumlah sekolah di Banjarmasin diimbau memulai jam belajar pada pukul sembilan pagi karena dampak kabut asap yang cukup mengganggu kala pagi hari.

Selain itu, pihak sekolah juga diminta aktivitas di luar ruangan untuk sementara ditiadakan dan penggunaan masker juga bisa dilakukan.

Hal ini sudah selama satu minggu diterapkan oleh sejumlah sekolah, sesuai dengan edaran dari Dinas Pendidikan Banjarmasin. Namun, masih ada beberapa sekolah yang belum menerapkan surat edaran tersebut, khususnya sekolah swasta yang ada di Banjarmasin.

Penerapan pergeseran jam masuk sekolah hingga pembatasan aktivitas di luar ruangan hingga saat ini masih diterapkan oleh Disdik, karena kabut asap yang masih terjadi pada pagi hari dan juga malam hari. Hal ini juga untuk menghindari siswa-siswi sekolah terserang infeksi saluran pernapasan akut.

Kadisdik Banjarmasin, Ryan Utama, juga terus berkoordinasi dengan DLH dan BPBD Banjarmasin terkait kualitas udara. Informasi dari DLH dan BPBD sangat penting untuk menentukan kebijakan terkait pembelajaran siswa-siswi di sekolah. Ia juga berharap pihak sekolah swasta, khususnya tingkat SD dan SMP, bisa menerapkan pergeseran jam masuk sekolah tersebut.

“Kita coba evaluasi sekolah yang tidak melaksanakan hal tersebut. Ada beberapa juga orang tua yang mengadukan penyesuaian jam belajar. Kemudian gabungan dengan DLH dan BPBD mengeluarkan juknis, penggunaan masker dan PJJ tergantung kualitas udara. Kami harus menyesuaikan, masih jam masuk penyesuaian, penggunaan masker, aktivitas di luar ruangan. Kita tunggu hasil dari DLH dan BPBD,” ujar Ryan Utama.

Jika nantinya kondisi kualitas udara cukup parah dan dikhawatirkan bisa membahayakan kesehatan, pihak Disdik juga bakal mengeluarkan kebijakan untuk pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

Reporter : Zein Pahlevi,

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *