Ekonomi Seni

Masdar Perkenalkan Laung dan Kain Sasirangan ke Luar Daerah

DUTA TV BANJARMASIN – Laung atau penutup kepala khas orang melayu yang digunakan pada zaman kerajaan dulu, kini kembali populer di Kalimantan Selatan.

Masdar Hidayat, warga jalan Veteran gang Tanjung Raya RT 24 No 70 Banjarmasin Timur adalah salah satu pengrajin lokal yang ikut mempopulerkan laung dan kain sasirangan bahkan ke hingga luar daerah.

Profesi membuat laung ini digelutinya sejak 4 tahun terakhir. Sebelumnya ia hanya menggunakan laung saat pentas. Pasalnya dirinya juga merupakan pemain alat musik tradisional di UPT Taman Budaya.

Membuat laung, menurut Masdar cukup mudah. Apalagi bahan – bahan yang diperlukan juga terbilang mudah didapatkan.

Hanya dengan kain dan kanvas sebagai pengeras pada laung, Masdar yang juga pegawai di instansi pemerintahan ini kemudian membentuknya menjadi laung yang indah.

“Awalnya 10 tahunan untuk dipakai sendiri karena punya sanggar music daerah. Akhirnya banyak yang tertarik. 4 tahun lalu produksi masal. Dalam kota sendiri banyak yang beli, sampai ke Pontianak, Samarinda, bahkan sampai Jakarta,”ujar Masdar mengenai usaha laung yang dijalankannya.

Ada dua jenis laung yang dibuat, yakni laung untuk raja dan untuk masyarakat biasa. Laung untuk raja, biasanya pada bagian atasnya ada bentuk segitiga yang tinggi. Sedangkan untuk warga biasa bentuk segitiganya tidak terlalu tinggi.

Untuk harga 1 buah laung, Masdar menghargai sebesar Rp 75 ribu – Rp 400 ribu rupiah, tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang digunakan.

 

Reporter : Zein Pahlevi – Fadli Rizki

 


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *