Sosial

Lurah dan Aparatur Desa Miliki Peran Strategis Cegah Paham Radikal

DUTATV BANJARMASIN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Selatan melakukan sosialiasi ancaman paham radikalisme dan terorisme kepada aparatur kelurahan dan desa di wilayah Kalimantan Selatan, Kamis (24/10) pagi.

Aparatur kelurahan dan desa seperti Bhabinsa TNI dan Bhabinkamtibmas dari kepolisian dinilai juga bisa menjadi ujung tombak untuk menangkal masuknya paham radikalisme dan aksi terorismedi lingkungan masyarakat.

Deputi Bidang Pencegahan Perlindungan Dan Deredikalisasi BNPT Pusat, Mayjend Hendri  Lubis saat hadir di kegiatan rembuk bersama aparatur kelurahan dan desa mengatakan, ada 3 hal pokok yang selalu dikatakan Presiden Joko Widodo terkait ancaman bagi Indonesia. Yakni korupsi, narkoba dan intoleransi.

Menurutnya, ancaman intoleransi jika terus dibiarkan di suatu daerah akan sangat berbahaya karena bisa memicu tumbuhnya aksi terorisme.

“Hal pokok, ancaman korupsi, narkoba dan intoleransi. Dibiarkan akan meningkat, radikal dan terorisme. Jadi ini tujuan kita. Sangat perlu mengundang Lurah karena mereka ujung tombak,”terang Mayjend Hendri  Lubis.

Radikal kerap dilontarkan karena merasa diri paling benar, bahkan oleh pihak – pihak yang seharusnya tidak menyebarkan berita kebohongan.

“Kita menumbuhkan respon masyarakat. Radikal, menyalahkan, hoax. Melihat cara berpakaian, tapi ketika mengeluarkan statement menyalahkan orang lain, merasa kita yang paling benar,”kata Ketua Bidang Media FKPT Kalsel Fathurrahman.

Dikatakan, tindakan terorisme merupakan musuh yang harus dilawan bersama dengan memanfaatkan pandangan dan pola pikir masyarakat Indonesia  melalui media. Karena banyak kelompok teroris yang menyebarkan propaganda mereka di dunia maya dengan menyasar generasi muda.

 

Reporter : Elsa Pratiwi – Mawardi


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *