Longsor di Pegunungan Meratus Picu Air Keruh Sungai Amandit

Hulu Sungai Selatan, DUTA TV Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di kawasan pegunungan meratus menyebabkan beberapa bukit di Kecamatan Loksado mengalami longsor. Hal itu berdampak pada keruhnya sungai amandit yang mengalir dari hulu hingga ke hilir sungai.

Kondisi sungai amandit yang membentang luas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dari kawasan pegunungan meratus hingga menuju perkotaan, kini kembali mengalami kekeruhan yang cukup parah.

Lihat Juga :  Sehari Terbentuk, Satgas Normalisasi Sungai Bongkar Pangkalan Ojek

Hal itu diketahui lantaran adanya longsoran bukit yang terjadi di beberapa anak sungai yang mengalir ke sungai amandit.

Dari laporan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup DISPERA KPLH Hulu Sungai Selatan menyebutkan, sedikitnya ada tiga titik longsor yang terjadi di Kecamatan Loksado yang hingga kini masih dilakukan upaya penanganan.

Lihat Juga :  Jelang HPSN 2021, Pemprov Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Di Kawasan Perkantoran

“Untuk saat ini yang lebih menonjol di kabupaten HSS kita melakukan survei dari kawan kawan di Dispera KPLH ditemani oleh teman teman pecinta alam bahwa terdapat tiga buah longsoran dianak anak sungai yang mengalir ke sungai Amandit, diantaranya yakni sungai landuyan, sungai malaris dan sungai tanuhi” kata Ronaldy Prana Putra.

Lihat Juga :  Longsor HST Sebabkan 2 Desa Masih Terisolasi

Selain faktor alam, kekeruhan yang terjadi di sungai amandit juga disebabkan beberapa faktor lain, diantaranya masih banyaknya bekas disposal tambang liar di sepanjang aliran sungai yang masih dalam tahap penanganan pihak terkait.

Reporter : Muhammad Irfansyah

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *