Lampaui 2018, Sudah Ada 70 Kejadian Karhutla di Kotabaru

DUTA TV KOTABARU – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten Kotabaru dalam 3 bulan terakhir, telah melampaui kejadian pada tahun sebelumnya.

Badan penanggulangan bencana daerah kabupaten Kotabaru sudah mencatat ada 70 kejadian Karhutla, sedangkan pada 2018 hanya 54 kejadian.

Dari sisi luas lahan yang terbakar pun melonjak, dari 163 hektar pada tahun lalu kini sudah mencapai 280 hektar.

Peningkatan Karhutla terutama terjadi saat memasuki puncak kemarau pada September ini, dimana hanya dalam dua pekan sudah ada 32 kejadian.

Upaya untuk menekan kejadian Karhutla sudah dilakukan melalui pembentukkan Satgas yang bertugas membina masyarakat agar tidak membakar lahan, ada 150 personel yang dibagi ke dalam 10 tim dan disebar ke desa-desa dengan data hotspot tertinggi pada 2018.

Namun menurut sekretaris BPBD Kotabaru Rusian Ahmadi Jaya, Karhutla justru banyak terjadi di luar wilayah-wilayah itu.

Desa yang sekian banyak itu baru 10 data berdasarkan data 2018, yang jelas saat ini tim kita ada yang melebihi batas wilayah yang telah ditentukan, contoh Terangkeh sekarang poskonya dia sana tapi cakupan kerja sampai ke Sumber Makmur dan Pulau Laut Selatan,” jelas Rusian Ahmadi Jaya Sekretaris BPBD Kab Kotabaru.

Di sisi lain Kepolisian Resort Kotabaru telah melakukan penyelidikan terhadap puluhan kejadian Karhutla tersebut, namun belum ada satu pun yang bisa ditingkatkan ke penyidikan karena kendala kurangnya saksi-saksi maupun barang bukti

“Kami masih melakukan penyelidikan kurangnya saksi yang melihat atau tidak ditemukan bukti di tkp sehingga menyulitkan penyelidik,” terang Iptu Imam Wahyu Pramono Kasat Reskrim Polres Kotabaru.

Sementara itu, dampak karhutla terhadap polusi udara di kabupaten Kotabaru tidak terlalu signifikan karena kebakaran bisa cepat ditanggulangi dan lahan yang terbakar juga bukan tanah gambut.

Gangguan kabut asap tipis hanya dirasakan para sopir dan penumpang angkutan pedesaan dari Tanjung Seloka atau Tanjung Lalak yang menuju ibu kota kabupaten melalui jalan perusahaan milik PT Inhutani di desa semaras kecamatan pulau laut barat. Kabut asap tersebut dikeluhkan dalam sepekan terakhir menyusul adanya kebakaran lahan di kawasan tersebut.

Reporter : Nazat Fitriah

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *