KPK Ingatkan Transparansi Pengelolaan Dana Bantuan untuk Gempa NTT

Jakarta, DUTA TV – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengingatkan pentingnya transparansi pengelolaan dana bantuan bencana.

Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya penyelewengan.

Pernyataan disampaikan Setyo di tengah penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dijelaskannya, pemerintah pusat harus melibatkan pemerintah daerah dalam upaya penyaluran bantuan.

“Yang pertama, kan, perlu transparansi. Bahwa pemerintah pusat kemudian menugaskan seperti badan-badan atau lembaga dan kementerian yang terlibat langsung di sana bahkan langsung melibatkan pemerintah daerah, gitu,” kata Setyo kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan yang dikutip Selasa, 18 Agustus.

Ke depan komisi antirasuah melalui Kedeputian Supervisi dan Koordinasi siap untuk bekerjasama dengan pemerintah setempat.

Sehingga, setiap bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan tidak diselewengkan.

“Tentu kami bersama dengan Kedeputian Korsup, yang langsung berinteraksi dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Kedeputian lain seperti penindakan dan eksekusi juga sangat terbuka untuk bergerak jika ada laporan.

Masyarakat dipersilakan menyampaikan aduan supaya bisa ditindaklanjuti.

“Kalau memang ada informasi, yang pertama, pasti butuh informasi, masyarakat bisa memberikan informasi kepada KPK manakala ada dugaan atau indikasi penyalahgunaan distribusi bantuan dari mana pun yang harusnya ditujukan kepada masyarakat tetapi kemudian tidak disalurkan,” ujar eks Direktur Penyidikan KPK tersebut.

“Nah, setelah itulah baru nanti akan ada telaah, pengkajian, dan tindakan-tindakan lain untuk bisa meneruskan.

“Artinya apa? Kewenangan KPK tetap kepada penyelenggara negara, tetap kepada aparat penegak hukum.”

Diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyebabkan korban meninggal dunia dan luka-luka.

Kerugian materil juga muncul karena banyak rumah warga yang rusak.

Gempa bumi itu melanda wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus. Episentrum gempa berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.(voi)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *