Komisi III DPRD Kalsel Belajar Tangani Kawasan Kumuh & RTLH ke Jawa Timur

Jawa Timur, Duta TV — Komisi III DPRD Kalsel belajar menangani kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni atau RTLH ke Jawa Timur. Pasalnya, Jatim merupakan salah satu provinsi yang berhasil menangani kemiskinan ekstrem lewat bedah rumah. Dalam menuntaskan pemukiman kumuh itu, Jatim bekerjasama dengan TNI setempat, dalam hal ini Kodam Brawijaya.
Pola ini tentu akan diterapkan di Kalsel, mengingat jumlah rumah tidak layak huni di Banua masih mencapai puluhan ribu. Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel menyebut, keberhasilan Jatim menangani kawasan kumuh dan RTLH patut diacungi jempol.
Kawasan atau rumah yang tidak tercover dalam usulan pemprov maupun DPRD setempat, dibackup oleh pihak TNI, sehingga penanganannya tidak memakan waktu lama.
“Di dalam program Jatim ada bedah rumah yang kerjasama dengan Kodam Brawijaya Jatim ini sangat bagus diterapkan di Kalsel. Cuman ada catatan bahwa yang diprogramkan diluar dari usulan dinas, diluar usulan DPRD Kalsel tentang kerjasama secara sinergitas. Mudahan ini bermanfaat dan akan kita coba di Kalsel,” ucap H Gusti Abidinsyah, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel.
“Dari sini kita sama-sama tahu karena kita dalam satu bingkai NKRI dalam rangka untuk menuntaskan kemiskinan tak ada salahnya kita silaturahim. Dari sini muncul kiat-kiat dari kita untuk menghapus kemiskinan ekstrim salah satu indikatornya bedah rumah ini jadi konsen kita semua baik eksekutif atau legislatif khususnya di Jatim dan Kalsel,” kata Masduki, Anggota Komisi D DPRD Jatim.
Berdasarkan catatan di tahun lalu, jumlah rumah tidak layak huni atau RTLH di Kalsel mencapai 40 ribuan. Sementara, untuk penanganannya, pemprov melalui Disperkim Kalsel hanya mampu menggelontorkan anggaran untuk 600 unit per tahunnya.
Tim Liputan





