Kisah Unik Wardah Si Perias Jenazah

Banjarmasin, DUTA TV — Wardah Astuty, warga Banjarmasin, sudah lebih dari satu tahun menjalani profesi tak biasa, yakni perias jenazah.
Pekerjaan yang ia tekuni sekarang berawal pada satu malam di Perkumpulan Sosial Mulia Sejahtera, Jalan Veteran, Banjarmasin.
Saat itu, petugas perias tak ada sementara keluarga sudah menunggu. Wardah pun memberanikan diri merias jenazah untuk pertama kalinya.
Sejak saat itu, Wardah mulai terbiasa merias jenazah, khususnya perempuan. Baginya, proses ini hampir sama dengan merias orang hidup, hanya saja lebih tenang.
Dengan peralatan sederhana seperti foundation, bedak, lipstik, hingga semprotan rambut, Wardah berusaha membuat wajah jenazah terlihat lebih tenang. Baginya, kepuasan sejati ada pada rasa syukur keluarga yang ditinggalkan.
Wardah bahkan pernah merias jenazah kerabat dari publik figur ternama, Agnes Monica. Ia juga merias warga negara asing yang meninggal akibat demam berdarah. Namun, proses panjang pemulangan jenazah membuat riasan tak bisa sempurna.
Wardah mengaku awal mula dirinya terjun ke profesi ini hanya bermodalkan keberanian.
“Waktu itu saya cuma modal berani. Petugasnya nggak ada, jadi saya langsung memandikan sekaligus merias jenazahnya sendiri,” ungkapnya.
Meski sesekali bekerja tengah malam, Wardah memilih tak larut dalam duka. Ia selalu menutup setiap tugas dengan hati tenang sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi setiap insan yang kembali ke Sang Pencipta.
Di balik kuas dan bedak yang ia sapukan, Wardah bukan hanya merias wajah kematian. Ia menghadirkan sentuhan lembut sebagai wujud penghormatan terakhir bagi mereka yang berpulang.
Reporter: Nina Megasari





