Ketua DPRD Kalsel Minta Peran Pembakal Awasi Penyedia MBG

Hulu Sungai Utara, DUTA TV — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta pembakal di wilayah Hulu Sungai Utara dan Balangan mengawasi penyedia makanan bergizi gratis atau MBG di wilayahnya.
Hal itu ditekankannya saat reses ke 16 desa. Supian HK tak ingin ada makanan tak layak konsumsi terdistribusi kepada para pelajar yang ada di dapilnya. Hal itu berkaca pada maraknya kasus keracunan MBG di beberapa daerah, terakhir terjadi di wilayah Kabupaten Banjar.
Bukan hanya mengawasi alur pembuatan, pengemasan, dan distribusi, legislator asal Partai Golkar ini meminta agar pembakal turut mengawasi jumlah yang disediakan penyedia makanan.
Ia tak ingin satu penyedia menyalurkan lebih dari seribu porsi, karena akan mempengaruhi kualitas dan kelayakan makanan yang dikonsumsi.
“Makanya nanti pembakal diawasi kalau ada pengadaan kateringan untuk MBG diawasi. Ini satu tempat sampai tiga ribu, itu tidak layak konsumsi. Maksimal hanya seribu. Jadi dibagikan, jangan sampai ada nepotisme dan lain-lain supaya layak makan anak-anak. Karena kebanyakan ada yang sudah busuk karena dia masak dari jam dua malam dan akhirnya banyak yang keracunan,” pungkasnya.
Dalam resesnya, Supian HK mendapat sejumlah aspirasi dan keluhan terkait kondisi pembangunan, infrastruktur, serta kebutuhan fasilitas sosial di lingkungan mereka. Warga juga menyampaikan aspirasi mengenai kondisi lahan pertanian yang semakin sulit dikelola akibat tumbuhnya eceng gondok di area persawahan dan saluran irigasi.
Pemerintah diharapkan ikut berupaya dalam hal pembersihan dan normalisasi lahan pertanian tersebut agar produktivitas petani dapat kembali meningkat. Pasalnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali sudah berdampak langsung pada hasil panen warga yang menurun dalam beberapa musim terakhir.
Tim Liputan





