Kesadaran Memilah Sampah Masih Rendah, DPRD Kalsel Sosialisasikan Manfaat Bank Sampah

Banjarmasin, Duta TV Masih minimnya kesadaran warga untuk memilah sampah membuat angka produksi sampah di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Basirih masih tinggi.

Saat ini saja, disebut angka produksi sampah di Kota Banjarmasin masih mencapai 600 ton per hari. Jika tidak dipilah dan dikelola untuk didaur ulang, dewan khawatir Banjarmasin akan menjadi lautan sampah.

Hal itu mencuat saat sosialisasi Perda tentang pengelolaan sampah yang diselenggarakan Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rachmah Norlias. Meminimalisir hal itu, wakil rakyat Dapil Kota Banjarmasin ini menggencarkan sosialisasi tentang manfaat bank sampah.

“Menyampaikan pemanfaatan sampah diharapkan sampah bisa bernilai ekonomis. Jadi sampah bukan musuh, tapi sampah bisa jadi sahabat. Sampai saat ini masyarakat hanya tahu sampah itu membuang saja, jangan dibuang sembarangan, tapi pemanfaatannya ke depannya masih banyak warga yang belum tahu,” kata Rachmah Norlias.

“Kita hari ini materi lebih utama dengan cara pemilahan pengelolaan sampah yang bernilai jual. Jadi membuka mindset mereka bahwa sampah yang tadinya tidak berharga bisa bernilai. Kemudian mereka bisa memilahnya, membawa, dan menjual ke bank sampah atau ke pengumpul, dan ini nantinya bisa mereka rasakan manfaatnya dan dapat cuannya,” ujar Fatmawaty, Direktur Bank Sampah Kenanga Banjarmasin.

Bukan hanya didorong untuk memilah dan mengelola sampahnya, dalam sosialisasinya Rachmah juga mendorong warga untuk membuka bank sampah di sekitar pemukimannya. Upaya itu untuk menambah jumlah bank sampah hingga menyasar wilayah pelosok, kendati saat ini sudah ada total 400 bank sampah yang tersebar di Kota Banjarmasin.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *