Ke Pulau Sembilan Mesti Rapid Test, Warga Keluhkan Biaya

DUTA TV KOTABARURapid test saat ini menjadi syarat bagi masyarakat yang melakukan perjalanan antar daerah.

Aturan kementerian perhubungan itu berlaku juga bagi penumpang kapal perintis yang menjadi alat transportasi warga Pulau Sembilan kabupaten Kotabaru.

Rapid test disyaratkan untuk penumpang yang berangkat dari kotabaru atau batulicin ke Pulau Sembilan.

Kebijakan yang mulai diterapkan sejak akhir juli lalu itu tak ayal menuai keluhan. Pasalnya biaya Rapid test yang mahal sangat membebani warga.

Terkait ini camat Pulau Sembilan melayangkan surat ke Dinas Perhubungan Kotabaru untuk membantu mengkoordinasikan masalah tersebut dengan pihak-pihak terkait.

“Orang yang mampu mungkin bisa saja, tapi yang tidak mampu ya tidak bisa, yang mampu pun mungkin dengan persyaratan rapid test itu andai disediakan di tempat, tapi masyarakat disuruh ke klinik Puskes warga kita banyak yang kurang tau tempatnya,” ujar  Husin, camat Pulau Sembilan.

Menindaklanjuti surat tersebut, kepala Dinas Perhubungan Kotabaru yang ditemui senin menyatakan koordinasi tengah dilakukan dengan gugus tugas serta instansi terkait dalam penanganan Covid-19.

Diharapkan ada solusi agar biaya Rapid test tidak membebani penumpang kapal perintis yang notabene masyarakat kecil.

“Kami akan coba sampaikan ke gugus tugas untuk masyarakat di Pulau Sembilan ini bisa diberikan keringanan untuk rapid test, kalau tidak bisa gratis ya jangan mahal-mahal amat, karena kita perlu menggerakan ekonomi masyarakat,” kata Sugian Noor, kepala Dishub Kotabaru

Adapun biaya Rapid test di beberapa klinik di kotabaru berkisar antara Rp200.000,- sampai Rp300.000,-.

Sementara harga tiket kapal perintis yang dikelola pelni ini hanya Rp10.400,-.

Reporter : Nazat Fitriah

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *