Kanwil DJP Kalselteng Gandeng Tokoh Agama Tingkatkan Kepatuhan Pajak

Banjarmasin, DUTA TV — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, melaunching buku berjudul Pajak dan Syariat Islam, dengan menghadirkan sejumlah tokoh agama yang ada di Banua, Kamis pagi(27/07).

Buku dilaunching oleh Kakanwil DJP Kalselteng bersama Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kalsel,  dan turut diserahkan kepada pihak Pemprov Kalsel. Buku dengan konteks pajak dan pemungutan lainnya serta penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan syariat islam ini, diluncurkan dengan dilatarbelakangi proporsi umat islam di Kalimantan Selatan yang dipengaruhi oleh sejarah di masa lalu, yakni adanya kerajaan atau kesultanan banjar yang menjadi sumber penyebaran agama islam.

Sumber dana yang digunakan untuk operasional kerajaan dipungut melalui pajak tanah, air, perdagangan, kapal, konsumsi dan pajak tambang, begitupun dengan masa sekarang dimana sumber pembiayaan pemerintahan dan penyediaan fasilitas bagi warga negara mayoritas diperoleh dari pajak.

Berita Lainnya

 

Selain melaunching buku dalam memperingati hari pajak 2023, juga digelar seminar untuk menghimpun saran dan masukan dari tokoh agama serta masyarakat yang kompeten di bidang keagamaan, sehubungan dengan penyelenggaraan administrasi perpajakan di wilayah Kalimantan Selatan.

Launching Buku Berjudul Pajak Dan Syariat Islam,

“Apa yang kita harap dari acara ini adalah selama ini kalau kita berbicara pajak itu dalam konsep langsung terapan sementara kita ingin mengajak bagaimana cendekia alim ulama kita memikirkan karena ini dihuni penduduk islam bagaimana para cendekia bisa berkontribusi dengan pandangan yang ada disini religius dan islami tentunya harapannya bisa menjadi dorongan untuk membangun kebijakan pajak kita mengakomodasi bagaimana masyarakat muslim bisa menjalankan kewajibannya sekaligus juga kewajiban bernegaranya,” kata Tarmizi, Kakanwil DJP Kalselteng.

“Kita mengapresiasi peluncuran buku ini karena ini nuansanya kedaerahan karena itu saya melihat buku ini kajian mendalam karena mengambil dari sejarah kita disini oleh karena itu MUI mengapresiasi sehingga tumbuh kesadaran mengenai pajak,” ucap Ridhani Fidzi, Wakil Ketua MUI Kalsel.

Seminar menghadirkan tiga narasumber yakni founder dani Darussalam Tax Center, Lektor Kepala Ilmu Fikih Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari Banjarmasin, serta penulis buku pemikiran politik Syekh Al Banjari. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan buku kepada tiga narasumber, oleh staf ahli menteri keuangan bidang kepatuhan pajak, Yon Arsal.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *