Kalsel Peringkat 6 Provinsi Paling Terpapar Covid-19

 

DUTA TV BANJARMASIN – Laju penambahan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai cukup mengkhawatirkan.

Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Hidayatullah Muttaqin mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 dipicu mobilitas penduduk yang tak terkendali.

“Peningkatan mobilitas penduduk terjadi seiring dengan diakhirinya Pembatasan Sosial Berskala Besar dan dimulainya sosialisasi normal baru pada Juni 2020,” ucapnya, Jumat (3/7).

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM yang akrab dipanggll Taqin tersebut mengatakan, perkembangan pandemi Covid-19 di Kalsel kini menempati ranking 6 di Indonesia.

Lihat Juga :  PPKM Mikro Diperluas Jadi 20 Provinsi

“Betapa tidak, dengan jumlah penduduk hanya sekitar 4,3 juta jiwa, Kalsel kini menempati peringkat keenam sebagai provinsi paling terpapar di Indonesia dan hanya berjarak 53 kasus dengan Jawa Barat yang berada di peringkat kelima,”ungkanya.

Bahkan, Kalsel dalam jumlah kasus positif membalap posisi Provinsi Sumatera Utara dan Banten yang berpopulasi masing-masing sekitar 14,8 juta dan 12,9 juta jiwa. Hingga 1 Juli 2020 jumlah akumulasi positif Covid-19 mencapai 3.223 orang atau kurang lebih dua kali lipat kasus di Sumatera Utara dan Banten. Bahkan, untuk per satu juta penduduk, Kalsel kini menempati nomor dua kasus terbanyak setelah Jakarta.

Lihat Juga :  Zona Hijau COVID-19 Banjarmasin 77,7 %

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kalsel, laju tambahan Covid-19 paling tinggi terjadi pada bulan Juni yaitu sebanyak 2.275 kasus. Sedangkan, pada bulan April dan Mei bertambah sebanyak 171 dan 769 kasus.

“Melonjaknya perkembangan positif Covid-19 pada bulan Juni di samping karena ada upaya tracking, tracing dan testing, diduga memiliki kaitan erat dengan meningkatnya mobilitas penduduk baik di dalam suatu daerah maupun lintas kabupaten dan kota,” ujar Taqin.(ern/rep)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *