Kabut Asap, Permintaan Obat Batuk dan Vaksin Flu Meningkat

Banjarmasin, DUTA TV — Kabut asap akibat sisa kebakaran lahan, terus memberi efek domino bagi warga, tak terkecuali dampak di sisi kesehatan.
Di Kota Banjarmasin misalnya, dari data Dinas Kesehatan menyebutkan, saat ini angka pasien ISPA menembus 5.800 kasus dan menyerang usia rentan yakni 9 hingga 60 tahun. Angka tersebut belum termasuk dengan masyarakat yang enggan ke rumah sakit dan hanya memilih membeli obat ke sejumlah apotik.
Salah satu apotek di jalan A. Yani Km 5,5 Banjarmasin, yakni Apotek Jelita, mengakui masyarakat cukup ramai memilih vaksinasi flu sebagai pencegahan di masa kabut asap. Asisten Apoteker Apotek Jelita, Yolanda menuturkan, selain vaksinasi flu, obat sesak napas serta jasa nebulizer juga ramai diminati masyarakat.
“Kami sih sekarang tuh lumayan agak ramai vaksin flu. Kan biasanya tuh banyak orang yang bervaksin karena efek dari asap ini menyebabkan sesak. Biasanya tuh selain sesak, bisa menimbulkan tenggorokan agak sakit. Habis itu juga jadi influenza kebanyakan orang. Jadi kami vaksin flu yang lumayan agak ramai,”tuturnya.
Sementara itu, menurut Apoteker Pendamping apotek Kimia Farma Km 3,5 Banjarmasin, Azizah, angka penjualan masker selama kabut asap diakui tidak memiliki peningkatan yang signifikan. Namun setiap harinya tetap ada saja yang datang untuk membeli masker.
“Kalau penjualan pasti ada tiap hari. Cuma kalau untuk peningkatan biasa aja, nggak terlalu signifikan. Biasanya obat batuk pilek atau daya tahan tubuh lebih ke situ. Anak – anak atau dewasa kalau untuk penggunaan masker biasanya yang datang sudah pakai masker,”jelasnya.
Diketahui, selama kabut asap masih tebal, masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah agar tidak berdampak parah pada kondisi kesehatan.
Reporter : Tsuraya Anisah





