Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Kalsel Catat 7.000 Kasus ISPA

Banjarbaru, Duta TV — Meningkatnya intensitas kabut asap dalam beberapa pekan terakhir mulai diikuti lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, dr. Diauddin, mengatakan peningkatan kasus ISPA sudah mencapai 7.000 hingga Juli 2026.

Angka itu meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan mulai terlihat sejak kabut asap muncul dan paling banyak dilaporkan dari wilayah dengan jumlah penduduk besar, seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap berlangsung. Apalagi saat ini status Kalimantan Selatan berada dalam siaga darurat kebakaran hutan dan lahan, di mana total akumulasi titik panas mencapai 1.678 titik dan luas lahan terbakar seluas 794 hektare.

“Angka ISPA sudah mulai meningkat. Jadi informasinya se-Kalsel itu sekitar 7 ribuan ISPA sampai bulan Juli ini dan itu dibandingkan tahun sebelumnya ada peningkatan paling drastis sejak mulai kabut asap muncul meningkat. Biasalah yang terbanyak itu selalu wilayah yang memang penduduknya banyak, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, sampai Banjarmasin. Cuma yang jelas tiga kabupaten/kota itu selalu terbanyak,” ujar dr. Diauddin.

Dalam rapat bersama Badan Anggaran DPRD Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan mengusulkan tambahan anggaran sekitar Rp16 miliar. Dari jumlah tersebut, salah satu prioritas adalah penambahan sekitar Rp1 miliar bagi Pusat Krisis Kesehatan yang bertugas mendukung penanganan bencana, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *