Jumlah Vaksin COVID-19 yang Dibutuhkan Indonesia Menurut Bio Farma

Jakarta, DUTA TV — Kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia sangat besar, mengingat jumlah penduduknya yang juga besar. Sehingga dapat dimungkinkan ada kandidat vaksin lain.

Tingginya jumlah vaksin yang dibutuhkan terkait dengan herd immunity atau kekebalan komunitas yang hanya bisa dicapai apabila cakupan vaksinasi tinggi. Sehingga dalam jangka panjang orang yang telah divaksinasi tidak hanya terlindungi secara pribadi tapi juga bagi orang-orang di sekitarnya.

Seperti disebutkan Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan kepada Antara, dibutuhkan antara 60 – 70 % dari total populasi Indonesia untuk hal tersebut.

Apabila saat ini jumlah penduduk mencapai 260 juta jiwa, maka untuk pemenuhan herd immunity sebesar 70 %, Indonesia memerlukan sekitar 170 juta orang untuk divaksinasi.  Untuk itu diperlukan 340 juta dosis vaksin yang diberikan sebanyak dua kali kepada setiap orang.

Bio Farma kini tengah mengembangkan dua vaksin. Pertama adalah vaksin merah putih yang saat ini sedang dikembangkan lembaga biologi molekuler Eijkman. DImana bibit vaksinnya baru akan diterima pada pertengahan tahun 2021. Setelah itu vaksin produksi anak bangsa tersebut akan melalui sejumlah tahap,  mulai upscaling hingga uji klinis dalam tiga tahap.

Apabila semua tahap berjalan dengan lancar, diperkirakan pada akhir tahun 2021, vaksin merah putih sudah mendapatkan izin edar dan terdistribusikan pada tahun 2022.

Vaksin lainnya adalah produksi perusahaan farmasi asal China, Sinovac yang kini tengah dalam fase uji klinis tahap ketiga dan direncanakan dapat selesai pada tahun 2021 mendatang, selain juga produksi sinopharm dan cansino. Dalam pengembangan sinopharm, pemerintah juga bekerja sama perusahaan teknologi kesehatan asal Uni Emirat Ara,  G42.(ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *