Isi Masa Tunggu Panen, IRT Sungai Tabuk Dibekali Tata Boga

Kabupaten Banjar, Duta TV — Sejumlah ibu rumah tangga di Desa Sungai Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, mengikuti pelatihan tata boga, bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2023 tentang Ekonomi Kreatif, yang digelar anggota DPRD Kalsel Gusti Abidinsyah. Tak sekadar memberikan pemahaman mengenai ekonomi kreatif, sosialisasi ini langsung diterapkan melalui pelatihan mengolah makanan.

Upaya ini diharapkan menjadi bekal bagi para ibu rumah tangga untuk tetap produktif, terutama ketika aktivitas bertani memasuki masa jeda hingga menunggu panen berikutnya. Wakil rakyat dari Partai Demokrat ini menyebut, masyarakat di kawasan Sungai Tabuk banyak menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

Karena itu, masa tunggu sekitar enam bulan hingga panen diharapkan tidak menjadi waktu yang terbuang. Keterampilan mengolah makanan dinilai dapat menjadi alternatif kegiatan produktif bagi para ibu rumah tangga, membuka peluang usaha rumahan.

“Hari ini kami juga pertama materinya adalah sosialisasi peraturan daerah tentang ekonomi kreatif. Yang kedua kami langsung merealisasikan daripada mengaplikasikan daripada ekonomi kreatif tersebut yaitu berupa pelatihan tata boga yang kami selenggarakan sampai kepada ibu-ibu dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap kenapa kami mengangkat perda ekonomi kreatif ini, salah satunya adalah kami melihat bahwa masyarakat kami di daerah Sungai Tabuk ini salah satu mata pencahariannya adalah cuma hanya bertani. Jadi dalam rangka mengisi kekosongan selama 6 bulan, kami berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan lagi yaitu berupa pengetahuan tentang tata boga. Ini dalam rangka untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ibu-ibu, mudah-mudahan nanti bisa menjadi pelaku UMKM di dekat di masyarakat sini nantinya,” ujar Abidinsyah.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Pinang Lama, Rubiansyah, mengaku sangat terbantu. Selain menambah keterampilan, pelatihan ini dinilai berpotensi melahirkan produk unggulan desa, terlebih Desa Sungai Pinang Lama berada tidak jauh dari kawasan Pasar Terapung Lok Baintan, yang menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Banjar.

“Ya terima kasih, ulun pertama-tama mengucapkan dulu kepada Pak Haji Gusti Abidinsyah, S.Sos., M.M. telah melakukan kegiatan di desa kami yang berupa sosialisasi perda mengangkat ekonomi kreatif. Kami dari pembakal sangat mendukung karena apa? Karena menambah ilmu ibu-ibu untuk mengkreativitaskan hasil karya mereka di desa. Ibu-ibu sudah punya dasar untuk membuat apa namanya olahan-olahan di dapur, kuliner-kuliner dapur. Jadi dengan pelatihan mungkin mereka bisa meningkatkan lagi kualitasnya dan dapat nilai jual ke masyarakat atau ke luar. Karena apa? Karena kami Desa Sungai Pinang Lama dekat sekali dengan Pasar Terapung Lok Baintan. Mungkin saya berharap dari kegiatan ini bisa menciptakan produk unggulan Desa Sungai Pinang Lama dan juga bisa menambah ekonomi untuk ibu-ibu sendiri,” ucapnya.

Dalam pelatihan, para ibu tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkan pembuatan makanan ringan. Salah satunya, membuat cemilan akar pinang dengan cita rasa jeruk purut.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *