Inovasi Jeruk, dari Seribu Jadi 35 Ribu

Jember, DUTA TV — Masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir memaksa masyarakat untuk lebih banyak beraktivitas di rumah. Siapa yang menyangka jika ternyata dapat memunculkan ide dan kreatifitas baru.

Seperti halnya salah satu ibu rumah tangga di dusun Kerangkongan Desa Tegal Wangi Kecamatan Umbulsari, Jember, Novi Kuspriandani yang menekuni usaha selai jeruk.

Ide membuat selai jeruk muncul atas keprihatinannya atas anjloknya harga buah jeruk di tingkat petani yang berada di desanya.

Menurutnya cara membuat selai jeruk cukup sederhana. Yakni diawali dengan mengupas buah jeruk kemudian dicampur dengan bubuk serat apel dan beberapa bahan lainnya.

Kemudian adonan buah jeruk dimasak hingga mendidih. Setelah konsistensinya pas, adonan buah jeruk yang telah menjadi selai langsung dikemas dalam sebuah botol dan siap untuk dipasarkan.

Selai jeruk buatan warga Umbulsari Jember ini dijual seharga Rp 35 ribu per botolnya. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga jeruk saat ini di wilayahnya yang dihargai Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogramnya.

“Waktu jeruk tidak laku harganya hanya seribu sampai seribu lima ratus per kilonya, bahkan meskipun sudah dipetik ada yang tidak terjual. Lebih awet konsumsi jangka panjang,”terang Novi.

Rita, seorang konsumen menyatakan bahwa selai jerauk yang diproduksi Novi berbeda dengan yang dijual di pasaran.

“Rasanya agak beda dengan yang biasa dipasaran itu, lebih berasa jeruknya,”katanya.

Selain sudah dipasarkan di wilayah kota Jember, selai jeruk ini juga telah dipasarkan di luar kota dengan memanfaatkan pemasaran melalui sosial media.

 

Sumber : antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *