Hutan Sekunder Muda di Tengah Area Komersil

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Kawasan hutan sekunder muda yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani kilometer 9 Kabupaten Banjar.
Berada di tepi jalan dan diantara area komersil perdagangan ini tumbuh subur ribuan pohon berukuran kecil hingga besar.
Ribuan pohon yang ditanam terdiri dari ratusan jenis. Mulai dari cendana, merbau, eboni, maja, ulin, kopi dan coklat.
Bibit –biti pohon didatangkan bukan hanya dari kalimantan, namun juga dari Jawa, Nusa Tenggara hingga Sulawesi dan Papua.
Fosil kayu ulin ini misalnya, tanaman khas kalimantan yang telah berusia 300 tahun ini digunakan sebagai media tanam untuk pohon beringin. Ditempat ini juga terdapat 2 buah kolam penampungan air.
Pengelola sekaligus pemilik kawasan ini adalah Chendrawan Sugianto yang juga sebagai pengusaha air minum dalam kemasan atau amdk PT. Bandangantirta Agung.
Ia mengaku sudah 10 tahun lebih melakukan penanaman berbagai macam pohon di lokasi ini. Meskipun kawasan ini termasuk area komersil, namun ia tetap berkomitmen untuk membangun dan mengembangkan private garden ini menjadi kawasan hijau. Iapun tak memungkiri jika dikemudian hari, lokasi ini akan dibuka untuk umum.
“Tanah ini dipakai untuk koleksi pribadi sebagai rasa cinta terhadap lingkungan yaitu sejak 10 tahun lalu. Kawasan ini sebagai kawasan privat garden. Disini ada ribuan pohon dan ratusan spesiasi, lima tahun kedepan hutan sekunder muda nanti lima tahun kedepan terbentuk hutan sekunder dan kedeppanya bukan tidak mungkin menjadi hutan primer. Maja, cendana NTT, merbau, eboni didatangkan dari Jawa, Sulawesi, NTT hingga Papua. Total 8 hektare, 6 hektares udah diuruk dan 2 hektare sawah, tiap tahun memanen. Greenprenuer mengkonsepkan kebiasaan memilah dan mengubur sampah, hingga kolaborasi dengan bank sampah. Suistanable development goals, sdg dan esg, ” Kata Chendrawan Sugianto.
Pihaknya berharap agar masyarakat banua kalimantan selatan terus peduli dan melestarikan lingkungan sekitar dimulai dari lingkungan keluarga yakni mengelola sampah.
PT Bandangantirta Agung Juga Kelola Sampah
PT Bandangantirta Agung yang kini memiliki 2 brand air minum dalam kemasan yaitu prof dan galuh juga turut peduli terhadap pengelolaan sampah. Salah satunya dengan turut serta membina bank daur’s, bank sampah di kelurahan mandarsari Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Ditempat ini mengelola sampah plastik, kertas, karton dan buku. Melalui pendampingan inilah, bank daur’s mendaur ulang sampah hingga melakukan edukasi pengelolaan sampah ke warga sekitar hingga para pelajar di kawasan Kertak Hanyar.
Produk daur ulang botol plastik ini misalnya, diolah menjadi kursi sofa hingga tempat tidur oleh pengelola bank daur’s sehingga bisa menambah nilai manfaat dan ekonominya.
Kepedulian terhadap lingkungan sekitar ini terus menjadi komitmen bagi pengusaha air minum dalam kemasan atau amdk ini demi kelestarian linkungan dimasa depan. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pelaksanaan penerapan pembangunan berkelanjutan atau sgds sustainale development goals dan esg atau environmental, social, and governance yakni seperangkat standar yang digunakan untuk menyaring investasi berdasarkan kebijakan perusahaan dan mendorong perusahaan untuk bertindak secara bertanggung jawab.
Tim Liputan





