HET dan HPP Beras Tak Relevan, Minta Dievaluasi

Jakarta, DUTA TV — Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan terkait dengan harga beras mulai dari Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) dan Gabah Kering Giling (GKG).

Head of Research CIPS Ann Amanta menuturkan usulan tersebut berdasarkan fakta di lapangan yang menunjukkan harga beras di pasar sudah tidak relevan dengan kebijakan pemerintah tersebut.

“Pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan seputar harga beras untuk melindungi petani dan konsumen. Mahalnya harga jual di tingkat konsumen sama sekali tidak dinikmati oleh petani. Di saat yang bersamaan, konsumen juga rentan terhadap kenaikan harga beras yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya dalam riset resmi dikutip Senin (15/2).

Lihat Juga :  Petani Rugi Puluhan Juta Akibat Gabah Rusak Terendam Banjir

Terkait dengan HET, ia mengatakan harga beras di pasar ritel Indonesia secara konsisten selalu di atas HET. Untuk diketahui, HET beras medium ditetapkan pemerintah di kisaran Rp9.450-Rp10.250 per kilogram (Kg) sesuai dengan Permendag Nomor 57 Tahun 2017.

Namun, fakta di lapangan rata-rata harga beras domestik selama 2020 adalah Rp11.800 per kg menurut Pusat Informasi Harga Pasar Strategis Nasional (PIHPS).

Lihat Juga :  Ratusan Hektar Sawah di Desa Sungai Kupang HSS Terancam Gagal Panen

Melansir PIHPS, harga beras beras di pasar tradisional secara nasional sebesar Rp11.800 pe kg hari ini. Sejak awal bulan data PIHPS menunjukkan harga beras menetap di posisi Rp11.800 per kg.

Mengacu Permendag Nomor 24 Tahun 2020, harga GKP di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp4.200 per kg. Sedangkan harga GKG, di tingkat penggilingan ditetapkan sebesar Rp5.205 per kg dan di gudang Bulog Rp5.300 per kg.

Lihat Juga :  Pasca Banjir, Menteri Pertanian Bantu Bibit Padi Unggul

Sementara BPS mencatat selama Januari 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani sebesar Rp4.921 per kg atau naik 3,03 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.026 per kg atau naik 3,10 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.(cnni)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *