Gubernur Kalbar : Nggak Ada Mudik Lokal Maupun Interlokal !

Pontianak, DUTA TV — Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengancam akan mengisolasi masyarakat, termasuk ASN, yang masih nekat untuk mudik di Lebaran 2021.

“Yang jelas mudik tetap dilarang. Kita sudah siapkan 700 kamar, kalau masih ngotot langsung isolasi, langsung karantina 14 hari. Saya nggak untuk nakut-nakuti, saya serius,” katanya, Senin (3/5).

Sutarmidji pun mengatakan, fenomena mudik lokal, seperti dari Kota Pontianak ke 13 Kabupaten/Kota se-Kalbar juga tidak boleh dilakukan.

Lihat Juga :  1.500 Personil Disiagakan Kawal Larangan Mudik Kalsel

“Tetap tak boleh, mane ade mudik lokal ? Enggak ada cerita mudik lokal, enggak ada cerita mudik interlokal. Mudik tak boleh, titik. Untuk ASN yang ketahuan, ada sanksinya. Saya cek nanti lokasinya (GPS), kalo off, artinya dia mudik,” ujarnya.

Menurutnya, larangan mudik baik dari luar Kalbar atau di dalam daerah diberlakukan akibat meningkatnya Covid-19 di Kalbar di mana angka kematian bertambah secara drastis.

“Ini kondisi Kalbar dibandingkan dengan satu bulan yang lalu sudah ada peningkatan 2 kali lipat yang meninggal dan kasus meningkatnya sekitar 50 persen,” ucapnya.

Lihat Juga :  Anggota DPRD Protes Terjebak Pengalihan Arus

“Biasanya angka positif aktif itu kurang lebih dibawah 500, sekarang ini sudah hampir seribu, artinya masa sembuh itu semakin lama,” lanjut Sutarmijdi.

Disampaikannya, kenaikan jumlah kasus di Kalbar ini juga akibat Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang dari Malaysia melalui pintu masuk perbatasan di Kalbar. Menurutnya, terdapat kasus-kasus yang banyak akibat kepulangan PMI ini.

Lihat Juga :  Nggak Cuma di Darat, Kapal Pemudik juga Harus Putar Balik

“Karena saat ini kita juga menangani PMI yang pulang. PMI yang pulang itu positifnya lebih 100 orang juga. Untung sekarang sudah sembuh, sisa 9 orang yang masih isolasi,” terang dia.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat melarang mudik pada periode 6 – 17 Mei. Meski begitu, Pemerintah membolehkan mudik lokal di wilayah yang aktivitas ekonomi dan sosialnya terkait erat alias aglomerasi, seperti di dalam wilayah Jabodetabek.(cnni)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *