Gubernur H. Muhidin Bersama Pimpinan Forkopimda Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih Banjarmasin

Banjarmasin – dutatv.com, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Trisakti Bandarmasih di Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

 

Bersama Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M Anwar Basori, Pimpinan Forkopimda dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, tim ekspedisi ini akan menuju 5 (lima) pulau di Kalsel yang masuk dalam 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar), yakni Kerasian, Kerayaan, Marabatuan, Matasiri, Dan Pulau Laut Timur.

 

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI AL yang terus bersinergi memastikan masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah terpencil dapat memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar. Menurutnya, kehadiran negara melalui distribusi uang Rupiah merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

 

“Kegiatan ini membuktikan, bahwa negara hadir ke semua wilayah NKRI, tanpa kecuali untuk wilayah terpencil. Kita berharap, ekspedisi seperti ini menjadi simbol kolaborasi dan persatuan, yang harus kita rawat secara bersama-sama,” ucap Gubernur H. Muhidin.

 

Pemerintah Provinsi, ditegaskan Gubernur H. Muhidin, siap berkolaburasi dengan TNI Angkatan Laut, Bank Indonesia, dan Kementerian Lembaga lainnya, untuk memajukan Indonesia dari Kalimantan Selatan, khususnya dalam memperkuat posisi rupiah berdaulat.

 

“Tiga misi penting dari Ekspedisi ini adalah untuk layanan kas keliling, agar rupiah yang layak edar sampai ke tangan masyarakat. Harapannya tidak ada lagi uang-uang lusuh yang tidak layak edar. Kemudian, mencerdaskan masyarakat dengan transaksi digital (perluasan penggunaan qris), sekaligus misinya untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga di kepulauan yang didatangi,” sampai Gubernur Kalsel, H. Muhidin.

 

Gubernur Kalsel, H. Muhidin juga berpesan kepada seluruh tim ekspedisi agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan dalam perjalanan.

 

“Doa kami senantiasa menyertai langkah saudara-saudara sekalian, agar rupiah semakin dicintai masyarakat. Dan semoga Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kalsel tahun 2026 ini, membawa manfaat bagi banua, bangsa, dan negara,” harap Gubernur H. Muhidin.

 

Keberangkatan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dimulai pada 9 – 15 Juni 2026, menggunakan KRI HIU – 634, yang akan mengedarkan uang layak edar mencapai 15 Miliar rupiah.

 

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M Anwar Basori menyampaikan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel diatas angka nasional.

 

“Intinya kita menjaga rupiah harus ada di seluruh pelosok dan berkualitas supaya tidak ada namanya uang palsu,” tegas Anwar Basori.

Foto : Septian Saputra/ M. Alfian/ Biro Adpim

Acara ditutup dengan penyerahan cendramata dari Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M Anwar Basori kepada Gubernur Kalsel, H. Muhidin, dan sebaliknya. Dilanjutkan dengan pemasangan rompi, oleh Gubernur Kalsel, kepada komandan KRI dan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat lainnya, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke atas KRI HIU -634 sembari melepas langsung keberangkatan kapal tersebut. (Kia-Rin/Adpim)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *