Geliat Bisnis Kampung Ketupat Menjelang Lebaran

DUTA TV BANJARMASIN – Ketika memasuki kawasan Sungai Baru Banjarmasin, pemandangan di pinggiran Sungai Martapura ini langsung memperlihatkan deretan ketupat yang dipajang di halaman rumah warga, kios dagang, hingga pinggiran jalan, sehingga kesan lingkungan di sini ramai dan unik.

Tak salah jika kawasan ini disebut kampung ketupat. Lantaran hampir seluruh warga disini menggeluti usaha itu. Mulai dari membuat kulit ketupat atau biasa disebut urung ketupat hingga ketupat jadi yang sudah siap santap. Tempat ini juga menjadi penyuplai ketupat atau lontong bagi pengusaha soto dan penjual sate di Banjarmasin.

Saat menjelang hari raya, geliat usaha pembuatan anyaman kulit ketupat mulai ramai dilakukan warga.  Tak hanya di rumah – rumah, usaha tahunan ini bahkan dilakukan di pinggiran jalan.

Bermodal tikar dan rombong kecil di pinggir jalan, Sanah dan para tetanggannya mulai menganyam urung ketupat. Dimana bahan baku, yakni daun nipah, didatangkan dari Barito Kuala.

Mulai H – 3 Lebaran, urung ketupat biasanya akan akan diserbu warga yang merayakan Lebaran.

Dari usaha yang digeluti ini, dalam sehari mereka mampu menghasilkan ratusan kulit ketupat yang dijual 5 ribu rupiah per ikatnya.

“Biasa sehari dapat 200.  Ini masih belum ramai, nanti Senin yang ramai. Dijual 5 ribu seikat, agak naik harganya dari hari biasa,”terang Sanah.

Nah …  bagi Anda yang ingin membeli kulit ketupat, tak perlu repot menganyamnya sendiri. Cukup datang ke kampung ketupat. Bahkan jika ingin langsung membeli ketupat jadi, di sana juga tersedia.

 

Reporter : Fadli Rizki

Saksikan terus program-program unggulan Duta Televisi live di sini

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.