Ellyana Trisya Dorong Anak Muda Lebih Percaya Diri Lewat Public Speaking

Banjarmasin, Duta TV — Komitmen mendorong generasi muda yang percaya diri dan berani berbicara ditunjukkan Wakil Ketua TP PKK Kalimantan Selatan, Ellyana Trisya, dalam kegiatan public speaking anak dan remaja volume 3 di Banjarmasin.

Tak hanya hadir dan membuka secara resmi, ia juga memberikan materi langsung kepada para peserta.

Dalam kesempatan ini ia memotivasi anak-anak dan remaja untuk mengasah kemampuan berbicara serta meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.

Selain memberikan materi, ia juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah positif dalam membentuk karakter anak sejak dini, khususnya di tengah tantangan perkembangan teknologi dan penggunaan gadget.

Dukungan juga datang dari Wakil Wali Kota Banjarmasin yang menilai kemampuan public speaking sebagai salah satu soft skill penting bagi generasi muda.

drg. Ellyana Trisya, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, dorong keberanian anak melalui public speaking.

“Alhamdulillah kegiatan public speaking ini melatih anak untuk berani bicara itu menurut saya baik sekali, mudah-mudahan bisa diteruskan dan memotivasi mereka untuk berani mengungkapkan pendapat dan idenya karena dengan ide dan eksekusi yang baik insyaallah apa yang kita laksanakan itu bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Hj. Ananda, Wakil Wali Kota Banjarmasin, tekankan pentingnya soft skill bagi generasi muda.

“Jadi di kehidupan sekarang ini untuk sukses, untuk bertahan, untuk menjadi lain dari kebanyakan orang adalah kita harus punya selain hard skill juga soft skill. Nah soft skill public speaking ini salah satu harus dipunyai generasi Kota Banjarmasin di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan ini penting melatih kemampuan generasi muda sejak dini.

“Jadi bersyukur adanya kegiatan ini bisa melatih kemampuan soft skill generasi muda kita dimulai dari sedini mungkin,” tambahnya.

Ryan Utama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, sebut public speaking bisa masuk kegiatan ekstrakurikuler.

“Kaitannya dengan nanti untuk dimasukkan dalam materi kurikulum, nah kurikulum itu kan normatif dari kementerian, tapi bisa kita masukkan ke dalam ekskul yang sifatnya di luar kurikulum, tapi sebagai tambahan materi bagi anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, coach public speaking Noor Haida mengakui kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan sebelumnya yang digelar di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Pelatihan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap menurunnya kemampuan komunikasi anak akibat penggunaan gadget yang berlebihan.

Noor Haida, coach, soroti dampak gadget terhadap kepercayaan diri anak.

“Di masa media zaman sekarang gadget juga penggunaan gawai yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak yang membuat mungkin komunikasinya itu cuma satu arah, jadi banyak anak-anak yang kurang pede cuma jadi penonton,” ujarnya.

Ia mendorong anak berani bicara melalui kegiatan public speaking.

“Dari kekhawatiran itu saya ingin anak generasi sekarang berani dulu bicara, makanya terbentuk acara public speaking anak dan remaja ini. Harapannya selain anak-anak bisa percaya diri, terus juga lebih berani mengungkapkan pendapat mereka di masa yang akan datang, mereka bisa jadi pemimpin minimal untuk diri mereka sendiri,” tambahnya.

Jumlah peserta pelatihan ini mencapai 100 orang, diikuti anak dari usia 6 hingga 20 tahun. Melalui peran aktif dan dukungan pemerintah, pelatihan ini diharapkan terus berkembang dan mampu mencetak generasi muda yang berani berbicara, percaya diri, serta siap menghadapi masa depan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *