Efisiensi, Dinkes Akui Cabut BPJS Kesehatan Puluhan Ribu Warga Banjarmasin

BANJARMASIN, DUTA TV Dinas Kesehatan Banjarmasin mengakui adanya pengurangan penerima iuran BPJS Kesehatan bagi warga Banjarmasin sejak awal tahun 2026 ini.

Pencabutan iuran tersebut karena berkurangnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta efisiensi dari pemerintah pusat. Alokasi anggaran berkurang tersebut sebanyak 81 miliar rupiah.

Dari total 100 ribu lebih penerima iuran BPJS Kesehatan gratis menjadi 45 ribu lebih. Sedangkan sisanya, 67 ribu warga iuran BPJS kesehatannya dicabut. Untuk kategori yang menerima tersebut merupakan pasien miskin. Sedangkan yang dicabut merupakan pekerja bukan penerima upah. Mereka yang tidak menerima iuran tersebut bisa melanjutkan dengan cara mandiri.

“Karena alokasi anggaran kita dikurangi sebanyak 81 miliar 2026, maka kami prioritaskan bagi yang miskin dari Dinsos 45 ribu. Yang 67 ribu kita lepas karena kita efisiensi. Memang seharusnya mandiri,” terang Ramadhan Kadinkes Banjarmasin.

Pihak Dinkes juga memberikan rekomendasi bagi warga yang benar-benar miskin bisa melaporkan diri ke Dinas Sosial agar bisa mendapatkan kembali layanan BPJS Kesehatan gratis. Namun, bagi warga yang sudah dicabut BPJS kesehatannya masih bisa memeriksakan diri ke puskesmas, meski jika ada tindakan harus membayar layanan tindakan tersebut.

“Kita masih melayani di puskesmas dengan gratis pelayanan pemeriksaan, kecuali ada tindakan. Kalau ada pasien miskin bisa minta rekomendasi ke Dinsos. Kalau ke rumah sakit kita layani bila ada rekomendasi Dinsos. Insyaallah anggaran cukup,” lanjutnya.

Sementara, pihaknya juga berencana menambahkan anggaran untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan tersebut pada APBD Perubahan 2026 ke depan. Namun, masih menunggu data dari Dinas Sosial Banjarmasin.

Reporter : Zein Pahlevi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *