dr. Ayu Widyaningrum Hadirkan Immunology Cell Therapy, Klaim Bisa Bantu Penyembuhan Leukimia

Banjarmasin, DUTA TV – Proses pengambilan darah pasien menjadi tahap awal Immunology Cell Therapy. Darah pasien dimasukkan ke dalam alat bernama Cellpia, teknologi yang didatangkan dari Harvard University.
Setelah melalui proses, darah terpisah menjadi cairan kuning dan merah. Cairan kuning yang mengandung endogrow factor, vascular growth factor, serta stem cell kemudian disuntikkan kembali ke tubuh pasien. Sementara endapan darah merah yang mengandung zat besi dan hemoglobin dibuang.
Terapi yang untuk pertama kalinya hadir di Kalimantan Selatan ini dikenalkan oleh Dr Ayu Widyaningrum di Widya Aesthetic Clinic. dr Ayu menghadirkan terapi ini berdasarkan pengalamannya, di mana penyakit leukimia dan autoimun yang ia idap bisa pulih berkat Immunology Cell Therapy.
Ia menyebut, lewat terapi ini, sel-sel tubuh mampu beregenerasi. Pasien dengan penyakit ringan bahkan kronis bisa sembuh asalkan rutin menjalaninya. Selain untuk penyakit, terapi ini juga bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan, kecantikan kulit, hingga disfungsi seksual.
“Pada pasien hipertensi, diabetes, hingga kemoterapi, terapi ini bisa memperbaiki imun dan mempercepat regenerasi jaringan. Misalnya pasien diabetes, sel pankreas bisa cepat pulih kembali sehingga tak perlu lagi bergantung pada insulin atau obat,” ungka dr. Ayu.
Salah satu pasien, Supriati, yang sudah lima tahun mengalami nyeri pinggang dan lutut, mengaku baru kali ini mencoba terapi tersebut. Bahkan setelah pertama kali menjalani, penglihatannya yang sebelumnya kabur mulai terasa lebih terang.
“Disuntik dua kali untuk sendi. Baru kali ini mencoba, alhamdulillah agak ringan, mata saya juga lebih terang, sebelumnya kabur,” terang Supriati.
Terapi ini diperuntukkan bagi usia 13 hingga 85 tahun. Biayanya disebut sebanding dengan manfaat yang didapat, yakni Rp5 juta, jauh lebih murah dibandingkan harus berobat ke luar negeri.

Pada peluncuran perdana ini, dr. Ayu memberikan terapi secara gratis untuk 50 pasien pertama. Kliniknya pun langsung diserbu masyarakat, mulai dari usia muda hingga lanjut usia. Ia berharap ada dukungan dari pemerintah agar terapi ini bisa diakses masyarakat luas secara gratis, terutama penderita diabetes, gagal ginjal, maupun kanker.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti



