‘Dihadang’Ragam Flatform Media, LSF Ajak Warga Miliki Kesadaran Sensor Mandiri

Banjarmasin, DUTA TV — Sejumlah pemateri dari lembaga sensor film Republik Indonesia, melakukan sosialisasi gerakan nasional budaya sensor mandiri, kepada perwakilan masyarakat dan komunitas film di salah satu hotel berbintang, Kamis kemarin.
Kegiatan ini salah satu upaya lembaga sensor, agar warga bisa memilah tontonan yang sesuai dengan kategori usia, baik untuk anak, remaja dan dewasa. Untuk klasifikasi umur, dari 13 plus, 17 plus dan 21 tahun keatas.
Menurut Wakil Ketua Lembaga Sensor Film RI, Ervan Ismail, mereka sudah melakukan sensor pada film yang akan tayang di bioskop. Namun, adanya beberapa platform yang menyediakan tontonan atau film baik itu di internet maupun di jaringan tv berbayar, membuat LSF tidak bisa berbuat banyak.
“Kita datang ke Kalsel sebagai bagian program gerakan nasional budaya sensor mandiri. Upaya kita melindungi dampak negatif dari film,” Kata Ervan Ismail, Wakil Ketua LSF RI.
Pada kegiatan ini, juga dihadiri oleh salag satu anggota DPR RI, Rifqynizamy Karsayuda, yang juga ikut membahas perkembangan film yang diproduksi di Banua.
Reporter : Zein Pahlevi



