Desa Haratai Dibuka, Wisata Air Terjun Masih Nunggu ‘Ritual Adat’

kab. Hulu Sungai Selatan, DUTA TV Setelah sempat 5 bulan lebih ditutup oleh masyarakat adat desa Haratai, kecamatan Loksado kabupaten Hulu Sungai Selatan karena pandemi COVID-19, kini desa yang memiliki objek wisata air terjun tersebut telah resmi dibuka untuk umum tanpa harus takut terkena sanksi adat.

Meski sudah dibuka kembali namun masyarakat adat setempat masih belum membuka secara resmi objek wisata air terjun Haratai yang menjadi andalan mereka. Hal itu dikarenakan belum adanya prosesi ritual adat untuk upacara keselamatan di lokasi objek wisata itu sendiri.

“Terkait air terjun selama Pandemi ditutup selama 6 bulan, tapi selama ini wisata di desa Haratai itu untuk umum dibuka, cuma untuk tempat itu belum bisa dibuka dan nantinya kami bisa melaksanakan ritual adat disana, di lokasinya supaya pengunjung lebih aman pengunjung lebih damai di sana, supaya jangan ada yang kita tidak inginkan di sana, supaya lebih aman, warga yang dari luar sampai mancanegara datang kesana supaya lebih aman lagi,” ucap Marto, kepala desa Haratai.

Marto, kepala desa Haratai

Marto, kepala desa Haratai

Sementara itu, hingga kini terpantau sudah banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah yang berkunjung ke air terjun Haratai meski statusnya masih belum dibuka secara resmi oleh masyarakat adat setempat.

“Ini kan pas sampai di air terjun Haratai ini dilihat dari aspek jalan lumayan ekstrim kalau untuk kita urang biasa, cuma Alhamdulillah disini ada ojek dari orang kampung meantar ketempat tujuan, dan ini baru pertama kali kita kesini, kalau bisa disini diutamakan Sefety pertama, kalau perlu disediakan pelampung, kalau untuk ban dalam itu kayaknya kurang safety, kalau bisa berenang gak jadi masalah kadang-kadang kan ada pengunjung yang sebagian besar tidak bisa berenang, kalau pakai pelampung kan lebih aman,” kata Rudy, wisatawan asal Banjarmasin.

Meski tak ada larangan dan sanksi adat lagi bagi pengunjung Haratai, namun pihak masyarakat setempat meminta pengunjung yang untuk tetap berhati-hati.

Reporter : Muhammad Irfansyah

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *