Dapat Perlakuan Kasar, Anak Perempuan Kabur Dari Rumah Bibi

BANJARMASIN DUTA TV – SA (16) anak perempuan ini terlihat di rumah keluarga angkatnya di kawasan Sungai Tabuk kabupaten Banjar, sejak Kamis pekan lalu (09/06/2022).
Ia disebutkan kabur dari rumah keluarganya di kawasan Setoyo S, Banjarmasin Barat, karena diduga mendapatkan tindak kekerasan dari bibinya.
SA disebutkan sedari kecil sudah ditinggal orang tuanya, dan diasuh oleh ibu angkatnya. Namun, karena ibu angkatnya bekerja di luar negeri, ia dititipkan oleh ibu angkat ke bibinya di kawasan Setoyo S.
Belakangan diketahui, anak yang baru lulus SMP di Banjarmasin ini dikabarkan kabur dengan kekasihnya. Namun, kabar itu dibantah oleh SA. Bahkan, kabar tersebut sudah sampai ke teman-teman dan guru SMP nya.
Ia kabur dengan alasan sering mendapatkan perlakuan kasar dari sang bibi di kawasan Setoyo S.
Ironisnya, dugaan perlakuan kasar tersebut diakui karena masalah sepele. Terakhir ia mendapatkan perlakuan kasar seperti dicubit dan dipukul, bahkan hingga dibanting oleh sang bibi.
“Di warung pas ketahuan mengigit kuku, habis itu main pukul, mencubit,” ujar SA.
Ia juga mengungkapkan trauma dengan perlakuan bibinya, yang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir.
“Itu membuat trauma, dibanting sama di kacak-kacak. Dari teman-teman di grup ceritanya di bawa kabur pacar, sudah ulun jelaskan, ke guru juga,” tambahnya.
Ia juga berharap, bisa tetap tinggal bersama keluarga angkatnya, dan bisa bersekolah bersama keluarga angkatnya tersebut. Saat ini ia belum bisa bersekolah karena surat keterangan hasil ujian masih berada di rumah sang bibi.
Tim Liputan





