BPOM Dapat Rp 1,93 T, Rp 509 M Untuk Awasi MBG

Jakarta, DUTA TV – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendapat alokasi anggaran Rp 1,93 triliun untuk pelaksanaan program dan kegiatan pada 2027.
Dari total anggaran tersebut, Rp 509 miliar dialokasikan untuk mendukung pengawasan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI bersama BPOM dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Gedung Nusantara I, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Taruna menjelaskan anggaran Rp 1,93 triliun tersebut mencakup belanja operasional dan nonoperasional.
Sebanyak 67,79 persen dialokasikan untuk belanja operasional, termasuk gaji dan tunjangan serta operasional dan pemeliharaan kantor.
Sementara 32,21 persen digunakan untuk belanja non-operasional, termasuk Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) MBG dan pelaksanaan tugas serta fungsi pengawasan obat dan makanan.
Dalam pelaksanaan MBG, anggaran Rp 509 miliar digunakan untuk pengawasan keamanan pangan bagi anak sekolah serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Pengawasan dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pencegahan, penelusuran dan tindak lanjut perbaikan, serta surveilans melalui sampling dan pengujian.
Pada aspek pencegahan, BPOM akan melakukan pendampingan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), edukasi keamanan pangan, pencegahan berbasis risiko, serta penguatan kapasitas unit pelaksana teknis (UPT) BPOM di daerah.
Sementara penelusuran dan tindak lanjut perbaikan mencakup investigasi insiden, penelusuran rantai pasok, tindakan koreksi, dan pengawasan pascatemuan. Adapun surveilans dilakukan untuk memastikan keamanan pangan berbasis data.(dtk)





