BPBD Banjarmasin: Waspada Curah Hujan Tinggi dan Air Pasang Hingga November

Banjarmasin, DUTA TV — Curah hujan cukup tinggi terjadi beberapa hari terakhir, bahkan air pasang cukup tinggi juga terjadi. BPBD Banjarmasin meminta kepada seluruh warga agar bisa terus waspada pada cuaca ekstrem seperti sekarang ini.
Dari laporan BMKG, hingga akhir Oktober tinggi air pasang mencapai dua koma delapan meter. Kondisi ini juga akan terus terjadi hingga bulan November 2025 mendatang. Sedangkan untuk curah hujan sedang hingga tinggi juga diperkirakan akan terjadi hingga bulan depan.
Sementara, untuk warga diminta agar membatasi beraktivitas di luar rumah karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih curah hujan dan angin kencang diperkirakan akan terjadi setiap harinya.
“Setelah mengecek prakiraan cuaca dan air pasang, akhir bulan cukup tinggi 2,8. Kebetulan cuaca hingga akhir bulan ini ekstrem dan ringan. Warga juga tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Rilis dari BMKG, peralihan musim dari kemarau, ada beberapa kejadian juga seperti roboh. Itu yang harus diwaspadai. Angin laut naik. Untuk saat ini sampai bulan depan,” ujar Hanafi, Analis Bencana BPBD Banjarmasin.
Sementara, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yosefah Love selaku Kepala DLH Banjarmasin juga mengingatkan agar warga tidak berteduh di bawah pohon, terlebih pohon yang sudah terlihat lapuk, karena dikhawatirkan akan tumbang dan menimpa orang yang sedang berteduh di sekitar pohon tersebut.
“Terkait perubahan cuaca, ada rilis BMKG angin kencang. Kami DLH melakukan pendataan pohon yang berpotensi tumbang dan ada juga yang sudah terjadi. Warga juga jangan mendekat ke pohon. Daerah rawan sungai ada kosong di sana dan cukup tinggi di sana, timur juga. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pohon besar juga dilakukan penataan, dipangkas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi robohnya pohon, pihak DLH Banjarmasin juga sudah melakukan antisipasi seperti melakukan pemangkasan pada ranting-ranting pohon yang menjuntai hingga ke badan jalan.
Reporter: Zein Pahlevi





